Terima Kasih Ahmad Zaki, Relawan yang Gugur dalam Misi Kemanusiaan di Flores
Redaksi - Minggu, 23 Agustus 2026 07:58
Relawan Ahmad Zakit saat bersama korban gempa di Flores (sumber: Istimewa)MANGGARAI TIMUR (Floresku.com) – Kabar duka menyelimuti gerakan kemanusiaan di tengah upaya membantu warga terdampak gempa bumi M 7,7 di Flores.
Ahmad Zaki (42), relawan asal Jakarta yang turut turun langsung menyalurkan bantuan bagi korban gempa di Flores, meninggal dunia pada Jumat, 21 Agustus 2026. Ia diduga mengalami kelelahan setelah beberapa hari menjalankan misi kemanusiaan di wilayah terdampak bencana.
Kepergian Ahmad Zaki meninggalkan duka bagi keluarga, sahabat, dan rekan-rekan relawan yang selama beberapa hari bersama-sama bekerja membantu masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.
Berangkat Menyalurkan Bantuan
Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah menjelaskan, sebelum meninggal dunia, Ahmad Zaki bersama tiga rekannya meninggalkan Posko Relawan Gerak Bareng di halaman Masjid Nurul Huda, Reo, Kabupaten Manggarai, sekitar pukul 14.00 Wita.
Mereka menggunakan kendaraan untuk membawa dan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak gempa.
Ahmad Zaki saat itu mengendarai kendaraan tersebut. Dalam perjalanan, ia kemudian menghentikan mobil dan meminta salah seorang rekannya melepas jaket serta helm yang dikenakannya.
Baca juga:
- Bacaan Liturgis, Minggu, 23 Agustus 2026: Maria dan Elisabeth
- Kartu Kontrol Pengungsi Jadi Instrumen Penataan Layanan di Posko Gelora Samador
- FOKUS PADA KRISTUS MENJADI JALAN MENUJU KESEMPURNAAN HIDUP
Tidak lama kemudian, kondisi Ahmad Zaki menurun hingga tidak sadarkan diri.
“Karena tak sadarkan diri, rekan-rekannya kemudian membawanya ke posko medis terdekat di Posko Damer,” kata Levi.
Setelah mendapat pemeriksaan dari dokter, Ahmad Zaki dinyatakan meninggal dunia.
Jenazah kemudian dibawa ke Masjid Nurul Huda, Reo, sekitar pukul 17.20 Wita. Di masjid tersebut, jenazah dimandikan dan dishalatkan sebelum dipersiapkan untuk dipulangkan ke Jakarta.

Hadir Sejak Hari Pertama Gempa
Ahmad Zaki bersama tiga rekannya telah berada di Flores sejak Sabtu, 15 Agustus 2026, tepat ketika gempa bumi dahsyat mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur.
Mereka mendirikan posko relawan di halaman Masjid Nurul Huda, Reo, dan bergerak menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Selama berada di Flores, para relawan tersebut mengambil bagian dalam kerja-kerja kemanusiaan, membawa bantuan dan menjangkau warga yang membutuhkan di tengah kondisi pascagempa yang masih berat.
Kepergian Ahmad Zaki terjadi ketika misi kemanusiaan itu masih berlangsung.
Kapolres Manggarai mengatakan jenazah Ahmad Zaki akan diterbangkan ke Jakarta untuk diserahkan kepada keluarga.
Terima Kasih, Ahmad Zaki
Bagi masyarakat Flores yang sedang menghadapi duka akibat gempa, kehadiran para relawan dari berbagai daerah menjadi tanda bahwa mereka tidak sendirian.
Ahmad Zaki datang bukan untuk mencari perhatian. Ia datang membawa bantuan dan tenaga untuk mereka yang sedang kehilangan rumah, harta benda, rasa aman, bahkan orang-orang yang mereka cintai.
Ia datang bersama rekan-rekannya sejak hari pertama bencana dan memilih berada di tengah masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
Kini, Ahmad Zaki telah pergi.
Namun, jejak kebaikannya tinggal di Flores. Bantuan yang ia bawa, waktu yang ia berikan, tenaga yang ia curahkan, dan keberaniannya berada di tengah situasi bencana menjadi bagian dari kisah solidaritas kemanusiaan yang tidak mudah dilupakan.
Seorang netizen menulis dengan nada tulus: "Terima kasih, Ahmad Zaki. Terima kasih karena telah datang ke Flores ketika kami sedang berduka.
Terima kasih karena engkau telah memilih membantu ketika banyak orang memilih menjauh dari daerah bencana.
Semoga segala kebaikan yang telah ditaburkan menjadi amal yang terus mengalir.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala kesalahannya, dan memberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.
Flores berduka. Namun, Flores juga akan mengingat bahwa di tengah bencana, ada orang-orang baik yang datang dari jauh untuk membantu.
Selamat jalan, Ahmad Zaki. Terima kasih atas kemanusiaan yang telah engkau tinggalkan di tanah Flores. (Sil). ***

