YESUS YANG BANGKIT, DITINGGIKAN DAN DIMULIAKAN
Redaksi - Rabu, 13 Mei 2026 20:23
Ilustrasi: Kenaikan Yesus ke Surga (sumber: Katolikku.com)Homili Hari Raya Kenaikan Tuhan A: Bacaan: Kis 1:1-11; Ef 1:17-23; Mat 28:16-20
Oleh: Pater Gregor Nule, SVD

Bacaan pertama melukiskan tentang peristiwa kenaikan Yesus ke surga, dan para murid menyaksikan peristiwa itu.
Mereka melihat Yesus hilang di balik awan-awan dengan pandangan kosong. Sebab seluruh harapan mereka sepertinya hilang lenyap karena untuk kedua kalinya mereka alami kekecewaan.
Tetapi, dua orang berpakaian putih meminta para murid agar tidak terus menatap ke langit, seolah-olah segala-galanya telah berakhir.
Para murid diminta untuk kembali ke Yerusalem dan bertekun dalam doa, sambil menantikan pemenuhan janji-Nya.
Karena Yesus tidak pernah membiarkan mereka terlantar laksana yatim-piatu. Ia akan mengutus seorang Penolong, Roh Kudus, untuk mendampingi, membimbing dan menguatkan mereka dalam tugas perutusan melanjutkan karya penyelamatan Yesus, melalui pewartaan Injil dan kesaksian iman mereka.
Ada 3 pesan penting berkaitan dengan Hari Raya Kenaikan Tuhan ini.
Pertama, peristiwa Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga mau mengungkapkan bahwa Bapa melegitimasi serta mengamini seluruh hidup dan karya Yesus di dunia.
Yesus sungguh setia pada kehendak Bapa, yakni menyelamatkan umat manusia, melalui penderitaan dan kematian di salib. Ia telah menang atas dosa dan maut dan bangkit dengan mulia.
Kedua, ketika Yesus hendak kembali kepada BapaNya di surga, Ia memberikan amanat dan tugas kepada para pengikutNya. Tugas itu ialah mewartakan Kerajaan Allah dan menjadi saksiNya di Yerusalem, seluruh Yudea, dan Samaria bahkan sampai ke seluruh ujung bumi, (bdk Kis 1:8).
Ketiga, Yesus yang terangkat ke surga itu sesungguhnya tetap menyertai para murid dan pengikutNya dengan RohNya sendiri. Ia sendiri bersabda, “Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman” (Mat. 28:20).
Tugas memuliakan Allah dan menjadi saksi Kristus adalah tugas kita pula. Yesus sungguh telah naik ke surga, namun kita tidak boleh cuma memandang ke langit seperti orang-orang Galilea dahulu.
Sebaliknya, hendaknya kita segera pulang ke ‘Yerusalem’, kita masing-masing, yaitu pulang ke rumah, keluarga. lingkungan dan tempat tugas kita masing-masing dengan gembira untuk menjadi saksi-saksi Kristus tanpa rasa takut dan berkecil hati, cemas atau bingung, karena Dia akan mengirim Roh Kudus yang memberanikan dan meneguhkan kita.
Kesaksian kita tentang Kristus yang telah bangkit dan naik ke surga itu hendaknya tidak hanya dengan kata-kata, melainkan dengan seluruh hidup dan perbuatan kita yang nyata. Hanya dengan itu, kita pantas menjadi murid-murid dan pengikut-pengikutNya yang sejati.
Marilah kita berkomitmen untuk menjalankan tugas panggilan kita secara benar dalam hidup sehari-hari agar kelak kita boleh mengalami kebahagiaan bersama Yesus yang kini duduk di sisi Bapa di surga.
Semoga Tuhan Yesus memberkati kita selalu!
Kewapante, Kamis, 14 Mei 2026. ***

