BPOM Temukan Merek Kopi Lokal yang Picu Risiko Gagal Ginjal

redaksi - Senin, 09 Februari 2026 12:52
BPOM Temukan  Merek Kopi Lokal yang Picu Risiko Gagal GinjalKepala BPOM Taruna Ikrar (sumber: Istimewa)

JAKARTA (Floresku.co) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap temuan serius terkait peredaran produk kopi lokal yang mengandung bahan kimia obat berbahaya dan berisiko tinggi bagi kesehatan masyarakat. Salah satu produk yang disorot adalah Kopi Jantan +++, yang dipasarkan dengan klaim meningkatkan stamina pria.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menjelaskan bahwa hasil uji laboratorium menunjukkan produk tersebut mengandung sildenafil sitrat, zat aktif yang seharusnya hanya digunakan dalam obat resep untuk mengatasi disfungsi ereksi. Penggunaan zat ini tanpa pengawasan medis dinilai sangat berbahaya.

“Produk yang dipromosikan sebagai pangan ternyata mengandung bahan kimia obat. Jika dikonsumsi sembarangan, dapat memicu gangguan serius seperti gagal ginjal, gangguan jantung, bahkan kematian,” ujar Taruna dalam konferensi pers di Jakarta.

Baca juga:

Selain Kopi Jantan +++, BPOM juga mencatat beberapa produk kopi stamina ilegal lainnya yang ditemukan di pasaran, antara lain Kopi Strong Man, Kopi Raja Perkasa, Kopi Super Power, dan Kopi Stamina Plus. 

Produk-produk tersebut umumnya dijual secara daring maupun di kios tradisional dengan klaim khasiat instan tanpa izin edar resmi.

BPOM menegaskan bahwa produk-produk ini tidak memiliki standar dosis yang jelas, sehingga konsumen tidak dapat mengukur batas aman konsumsi. Kondisi ini meningkatkan risiko kerusakan organ tubuh, khususnya ginjal dan jantung.

Taruna mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap produk pangan yang menjanjikan efek medis, terutama yang berkaitan dengan stamina, vitalitas, atau kejantanan. Ia juga meminta pelaku usaha untuk tidak mencampurkan bahan kimia obat ke dalam produk pangan.

“Masyarakat harus selalu memeriksa nomor izin edar BPOM dan tidak mudah tergiur klaim instan. Kesehatan jauh lebih penting daripada sensasi sesaat,” tegasnya. (Sandra). ***

Editor: redaksi

RELATED NEWS