Buku Mengenang Alm. Pater Servulus Isaak, SVD Akan Dilaunching, Ini Kata Dr Mantovanny Tapung

redaksi - Kamis, 06 Januari 2022 20:42
Buku Mengenang Alm. Pater Servulus Isaak, SVD Akan Dilaunching, Ini Kata Dr Mantovanny TapungDr. Mantovanny Tapung, S.Fil., M.Pd (sumber: Dokpri)

RUTENG (Floresku.com) - “Pater Servulus Isaak, SVD sudah pergi. Meskipun demikian, ada banyak kegiatan untuk mengenangnya. Selain doa dan perayaan misa, salah satu yang juga relevan demi mengenang semua gagasan, nilai dan sikap hidup adalah dengan menerbitkan buku bunga rampai"

Demikian disampaikan Dr. Mantovanny Tapung saat disambangi Floresku.com di tengah kesibukan mempersiapkan acara peluncuran buku "Mengenang Tokoh P. Servulus Isaak, SVD; Discernment Gagagsan, Nilai, dan Sikap Hidup” (Penerbit Unika St. Paulus Ruteng, 2021) bertempat di Sekretariat Perennial Institute, Waso Ruteng, pada Kamis, 6 Januari 2022 siang.

Mantovanny, menjelaska, buku yang akan diluncurkan tersebut  terdiri atas  654 halaman, dengan 35 artikel yang merupakan karya dari 35 penulis dari latar belakang profesi yang berbeda, seperti  akademisi, praktisi, jurnalis, pencinta sastra, keluarga Pater Servulus, dan sejumlah orang lainnya yang mengenal Pater Servulus dari dekat.

"Buku ini akan diluncurkan pada hari Sabtu, 8 Januari 2022 di Caffee for Rest, Borong," ungkap Mantovanny.

Lebih lanjut, Mantovanny mengungkapkan,  peserta yang akan diundang dalam kegiatan bedah buku ini berasal dari berbagai latar belakang profesi, guru, dosen, mahasiswa, birokrat, politisi, jurnalis, aktivis, pastor, dan biarawan/wati.

"Adapun kegiatan ini didukung oleh Unika St. Paulus Ruteng, Lembaga Perennial Institute, Stefanus Gandi Family,  Lembaga Politician Academy, Coffee for Rest, Cakrawala NTT, Ciko (Cenggo Inung Kopi Online), The Alecto Band, Kopi Tuk, dan Kelompok Kasih Insanis ODGJ," cetus Mantovanny.


Sosok Mendiang Pater Servulus di Mata Mantovanny

Di mata Mantovanny Tapung, Pater Servulus adalah seorang dosen/guru yang sangat baik dan bersahaja. 

Di STKIP Ruteng, kata Mantovanny,  pastor yang belajar di SMP Kisol (1957-1960) dan SMA Seminari Mataloko (1960-1964) ini bisa melakukan perannya dengan baik. 

Dua periode (2005 – 2011) selama kepemimpinannya, Pater Servulus bisa meletakkan dasar yang kuat bagi Sekolah Tinggi yang kini telah menjadi Universitas Katolik (Unika) St.Paulus itu.

Karya-karya pelayanan begitu tampak ketika mendiang menjadi pengajar sekaligus pimpinan di STFK Ledalero dan STKIP St. Paulus Ruteng. Setelahnya, Pater Servulus dipilih jadi Provinsial SVD Ruteng satu periode (2011-2014).

"Pater Servulus dua periode jadi Ketua STFK Ledalero (1994–2003), dan sesudahnya ia diminta untuk berpindah ke Ruteng. Saat itu STKIP St. Paulus Ruteng tengah mengalami prahara. Kehadiran Pater Servulus dianggap solusi yang tepat. Semua imam (baik SVD maupun projo) adalah muridnya. Dengan demikian ia hadir benar-benar sebagai bapa bagi semua. Prahara itu pun perlahan menuju akhir yang baik," kenang Mantovanny.

"Ia berumur 70 tahun dan 40 tahun imamat, sebuah periode di mana ia bisa lebih fokus pada pelayanan yang ia senangi. Pada tanggal 1 Februari 2021, beliau dipanggil Tuhan di Rumah Sakit Komodo, Labuan Bajo," sambungnya.

Lebih jauh,  Mantovanny mengatakan, mendiang Pater Servulus Isaak telah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, sekaligus sebagai imam, guru dan penyembuh. Tugas dan tanggung jawab ini sudah dijalankan dengan penuh dedikasi dan komitmen penuh.

Sebagai misionaris Societas Verbi Divini (SVD), kata  Mantovanny, Pater Servulus telah menunjukan bakti diri untuk kepentingan banyak orang dan terutama misi untuk mengembangkan tri tugas gereja dalam membesarkan kerajaan Allah di dunia, yakni pelayanan (diakonia), persekutuan (koinonia) dan marturia (kesaksian). 

Sebagaimana Yesus sang guru sejati, Pater Servulus juga telah menjalankan pelayanannya dari satu tempat ke tempat lain, menyembuhkan orang sakit (seperti sakit pendarahan, sakit demam), memberikan makan banyak orang, menyembuhkan yang kerasukan setan, dan lain-lain.

Tidak hanya itu, Pater Servulus juga seorang anggota tarekat yang taat, di mana ia setia bertekun dalam doa dan pelayanan misa. 

Seperti murid perdana, Pater Servulus telah menjalankan jati diri sebagai imam SVD yang setia berkumpul bersama rekan biara untuk memecahkan roti dan berdoa (“Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambal memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan”; Kisah Para Rasul 2:41- 47).

“Pater Servulus juga telah bermarturia dengan mengikuti teladan Yesus yang berani bersaksi tentang Allah yang mengutusnya dan diri-Nya. Ia bersaksi melalui pengajaran demi pengajaran yang dibingkai dalam sebuah perumpamaan sehingga membuat orang-orang pun (mahasiswa) dapat menangkap maksud dan isi pengajarannya dengan lebih mudah."

"Aktivitas pelayanan (diakonia), persekutuan (koinonia) dan marturia (kesaksian) yang sudah dijalankan oleh Pater Servulus merupakan bagian dari eksplisitasi ketajaman dan kearifan (discernment) gagasan, nilai dan sikap hidup yang ada dalam dirinya, baik ketika berlaku sebagai imam, guru dan penyembuh. Ketajaman dan kearifan (discernment) gagasan, nilai dan sikap hidup sudah membekas pada banyak orang, baik secara personal, komunal maupun sosial," ungkap Mantovanny.

Atas dasar itu pula, lanjut Mantovanny, berkoordinasi dengan Program Studi Pendidikan Teologi FKIP Unika St. Paulus Ruteng, maka diinisiasilah penerbitan bunga rampai yang bertema: “P. Servulus Isaak, SVD: Discernment Gagasan, Nilai dan Sikap Hidup”.

"Bunga rampai ini akan diisi dengan beragam artikel dari perspektif filsafat, pendidikan, biblis/pastoral, interreligius, politik, dan sosial budaya, yang mana semuanya didedikasi untuk sang imam, guru, dan penyembuh, Servulus Isaak, SVD,” tutur Mantovanny sambil menyodorkan sebuah buku tebal yang akan dilaunching.

Informasi yang berhasil dirangkum Floresku.com,  kegiatan ini akan dibuka oleh Mantovanny Tapung sebagai salah satu editor dan Sekretaris Eksekutif Perennial Institute dan dosen Unika St. Paulus Ruteng. 

Sementara pembedah buku ini, Dr. Marsel R. Payong, M.Pd, dosen Unika St. Paulus Ruteng/Direktur Perennial),  dan P. Dr. Paulus Tolo, SVD Provinsial SVD Ruteng/Dosen STIPAS St. Sirilus Ruteng, dan Pius Rengka, SH. MSc., praktisi yang berdomisili di di Kupang.  (Jivansi). ***

Editor: redaksi

RELATED NEWS