Bupati Manggarai, Hery Nabit Resmikan Pemakaman Muslim di Lingko Rengka, Bahong

redaksi - Senin, 28 November 2022 12:56
Bupati Manggarai, Hery Nabit Resmikan Pemakaman Muslim di Lingko Rengka, BahongPeresmian Pemakaman Muslim ini ditandai dengan pemotongan Tumpeng dan penanaman Pohon Beringin oleh Bupati Manggarai, Sekertaris daerah, Ketua DPRD, Kapolres dan undangan lainnya. (sumber: Manggaraikab.go.id)

RUTENG (Floresku.com) - Bupati Manggarai Herybertus G.L Nabit S.E.,M.A meresmikan Pemakaman Muslim yang terletak di Lingko Rengka, Desa Persiapan Benteng Wake, Bahongl Kecamatan Ruteng, Minggu, 27 Nopember 2022.

Tiba di lokasi, Bupati Manggarai yang didampingi Sekretaris Daerah Jahang Fansi Aldus, Ketua DPRD Matias Masir, Kapolres Manggarai AKBP Yoce Marten, Plt Danramil 01 Peltu Setyo Wubono, pimpinan OPD, para kepala Bagian lingkup Setda Manggarai, diterima secara adat Manuk Kapu dan Tuak Curu dan pengenaan Blankon serta selendang kepada Bupati Manggarai.

Rombongan Bupati kemudian diarak ke kemah acara diiringi musik dan tarian dari Komunitas Arema. 

Peresmian Pemakaman Muslim ini ditandai dengan pemotongan Tumpeng dan penanaman Pohon Beringin oleh Bupati Manggarai, Sekertaris daerah, Ketua DPRD, Kapolres dan undangan lainnya.

Bupati Heri dalam sambutannya mengatakan, dalam keterbatasan pemerintah belum menyediakan tanah pemakaman umum dan sedikit sulit, namun komunitas muslim sudah mengambil langkah yang baik “Yayasan Sepakat Bersama yang menaungi seluruh masyarakat Muslim di Manggarai mengambil langkah yang luar biasa, meringankan sedikit beban pemerintah dan untuk itu kami ucapkan limpah Terima kasih, “ungkap Bupati Hery.

Acara hari ini kata Bupati Hery untuk kembali menegukan komitmen yang sudah dibangun komunitas Muslim Manggarai dengan masyarakat adat gendang Bahong “Kami datang menyaksikan dan menguatkan komitmen itu, supaya tidak ada lagi pembicaraan lain dan hal-hal baru di kemudian hari,”ungkapnya.

“Kita berharap acara hari ini memfinalisasi semua pembicaraan-pembicaraan selama ini. Penyerahan tanah, seperti apa pengelolaan ke depan. Saya berharap semua itu sudah final,”tuturnya.

Bupati Hery  berharap komitmen yang sudah dibuat dua komunitas ini adalah sebuah komitmen yang bisa dipegang teguh sampai dengan anak cucu.

 Bupati juga berharap, Lokasi pemakaman ini ditata dengan baik sehingga bisa menjadi contoh lokasi pemakaman milik pemerintah yang mungkin bisa diadakan pemerintah beberapa tahun mendatang, karena lokasi pemakaman seperti di Karot sudah sangat terbatas.

Ketua Yayasan Sepakat Bersama, Gunawan mengatakan latar belakang pengadaan tanah makam Muslim di Bahong ini adalah hasil kesepakatan dan usaha secara swadaya dari seluruh lapisan umat muslim Manggarai berdasarkan kebutuhan.

Di mana kata Gunawan, sebelumnya keberadaan pemakaman umat muslim di Karot dari segi kapasitas dan daya tampung serta penataan makam sudah tidak memadai.

Dikatakan Gunawan, berkat komunikasi yang baik dengan masyarakat Bahong umumnya dan tua adat khususnya, sehingga masyarakat dan tua adat berkenan merestui keberadaan malam ini.

Ia juga juga menerangkan, tanah makam ini sudah terdaftar di akta notaris dan Kementerian Hukum dan HAM RI sebagai landasan hukum.

Gunawan mengatakan, dalam pelaksanaan kegiatan pemanfaatan tanah makam ini, seperti proses pembangunan tanah makam melibatkan peran aktif masyarakat setempat .

“Diharapkan hubungan yang sudah terjalin selama ini, tetap berlangsung secara berkesinambunga,”katanya.

Sementara itu Tua Gendang Bahong, Florigun mengatakan keberagaman dan perbedaan itu indah. Dan lebih indah lagi bila kita tetap menjaga kerukunan diantara sesama seperti yang sudah dilakukan selama ini “Harapannya persaudaraan ini tetap kita jaga dan kita pupuk, ” ungkapnya.

Florigun menuturkan, proses untuk mendapatkan lokasi pemakaman ini, ditempuh dengan proses yang cukup panjang kurang lebih satu tahun.

Dijelaskan, berkat pendekatan yang baik dari komunitas Muslim dengan tokoh masyarakat, tokoh adat dan tua gendang sehingga peresmian bisa dilakukan hari ini.

Meski tanah ini didapatkan melalui proses jual beli kata Florigun, tetapi komunitas Muslim tetep menghargai tokoh adat dan tua-tua gendang dengan melakukan komunikasi yang intens.

 “Itu yang membuat kami bangga dan merasa dihargai,”ujarnya.

Turut hadir dalam acara ini, diantaranya Ketua MUI kabupaten Manggarai, Ketua Pengurus Cabang NU Kabupaten Manggarai, Ketua Pengurus Muhamadiyah Kabupaten Manggarai, Camat Ruteng, Kades Benteng Kuwu, tokoh masyarakat, tokoh adat,  anggota Komunitas Muslim Manggarai serta masyarakat sekitar (Sumber:ars/ Manggaraikab.go.id) ***

RELATED NEWS