Hari Anak Nasional 2026, Fista Sambuari Kago Ajak Lindungi Anak
Redaksi - Kamis, 23 Juli 2026 20:14
Hari Anak Nasional (HAN) 2026:Fista Sambuari Kago berposee dengan anak-anak Sikka. (sumber: Silvia)LABUAN BAJO (Floresku.com) – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi momentum penting untuk mengingatkan seluruh elemen masyarakat bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari lingkungan keluarga.
Pesan tersebut disampaikan Ny. Fista Sambuari Kago saat memperingati Hari Anak Nasional 2026. Menurutnya, keluarga merupakan tempat pertama dan utama bagi anak untuk memperoleh kasih sayang, pendidikan karakter, serta perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan dan eksploitasi.
"Anak-anak adalah anugerah sekaligus harapan masa depan bangsa. Karena itu, mereka harus tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, bahagia, dan penuh kasih sayang," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa orang tua memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai moral, serta membangun kepercayaan diri anak sejak usia dini.
Baca juga:
- BELAJAR MEMBANGUN HATI YANG TULUS DAN PENUH BELASKASIHAN
- Pungutan Parkir di Pasar Senja Wuring Dipakai untuk Perbaikan Jalan
- SVD Ende Panggil Dua Anggota yang Lama Tinggalkan Komunitas
Kehadiran orang tua yang memberikan perhatian, teladan, dan pendampingan akan menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak.
Menurut Fista Sambuari Kago, tantangan yang dihadapi anak-anak saat ini semakin kompleks. Selain ancaman kekerasan fisik dan psikis, anak juga dihadapkan pada berbagai risiko di ruang digital, seperti perundungan siber, penyalahgunaan media sosial, hingga paparan konten yang tidak sesuai dengan usia mereka.
Karena itu, ia mengajak seluruh orang tua untuk lebih aktif mendampingi anak, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun saat menggunakan teknologi digital. Pendampingan tersebut dinilai menjadi salah satu bentuk perlindungan yang sangat penting di era digital.
Selain keluarga, lanjutnya, sekolah, pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh komponen masyarakat juga memiliki tanggung jawab menciptakan lingkungan yang ramah anak. Sinergi semua pihak dibutuhkan agar setiap anak memperoleh haknya untuk hidup, tumbuh, berkembang, mendapatkan pendidikan yang layak, serta terlindungi dari segala bentuk diskriminasi dan kekerasan.
Momentum Hari Anak Nasional, katanya, hendaknya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi pengingat bagi semua pihak untuk terus memperkuat komitmen dalam memenuhi hak-hak anak.
"Mari kita jadikan keluarga sebagai benteng pertama perlindungan anak. Dengan kasih sayang, perhatian, dan pendidikan yang baik, kita sedang mempersiapkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik," tuturnya.
Peringatan Hari Anak Nasional 2026 diharapkan menjadi penggerak lahirnya semakin banyak keluarga yang ramah anak, sekaligus memperkuat kepedulian masyarakat terhadap upaya perlindungan anak di seluruh pelosok Indonesia, termasuk di Kabupaten Manggarai Barat dan wilayah Flores pada umumnya. (Silvia). ***

