Hujan dan Angin Bikin Warga Beru Cemas Saat Ikuti Musrenbang
redaksi - Sabtu, 24 Januari 2026 12:50
Suasana Musrembang Kelurahan Kampung Beru. Ruang rapat yang bocor dan kondisi gedung yang rapuh bikin peserta mengikuti rapat dengan penuh kecemasan. (sumber: Hery Fdz)MAUMERE (Floresku.com) - Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kelurahan Beru yang digelar pada Kamis (22/1) berlangsung dalam suasana penuh kecemasan. Cuaca buruk disertai angin kencang membuat warga khawatir terhadap keselamatan selama mengikuti kegiatan yang seharusnya menjadi ruang dialog pembangunan tersebut.
Musrenbang diikuti oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari perwakilan RT, RW, LPM, tokoh masyarakat, kelompok sosial kemasyarakatan, hingga para kepala sekolah di wilayah administrasi Kelurahan Beru.
Meski kondisi cuaca tidak bersahabat, antusiasme warga tetap tinggi.
Lurah Beru, George Edoway, dalam sambutan pembukaan menyampaikan apresiasi atas kehadiran masyarakat. Ia menilai partisipasi warga menunjukkan kepedulian terhadap proses pembangunan di tingkat kelurahan.

“Saya senang kita semua bisa hadir hari ini. Ini menunjukkan betapa pedulinya kita semua terhadap pembangunan di Kelurahan Beru,” ujar Edoway.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat aktif mengusulkan kebutuhan pembangunan, baik di bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, maupun pemberdayaan masyarakat.
Namun, jalannya diskusi beberapa kali terhenti akibat angin kencang yang membuat atap seng aula kelurahan berbunyi keras dan nyaris terlepas.
Ruang pertemuan yang sempit dan bocor memaksa peserta berpindah tempat, bahkan peralatan seperti komputer dan proyektor ikut dipindahkan demi menghindari kerusakan.
“Kami bicara tentang pembangunan, tapi keselamatan kami sendiri terancam karena kondisi kantor yang hampir roboh,” ujar salah satu ketua RW yang enggan disebutkan namanya.
Kekecewaan serupa disampaikan tokoh masyarakat lainnya. Ia menilai kondisi kantor Kelurahan Beru sudah lama tidak layak, namun selalu luput dari perhatian pemerintah.
Baca juga:
- Disarpus Sikka Jemput Bola Antar Buku ke Lansia dan Pasien
- Polisi Kembali Periksa Pejabat KSOP Labuan Bajo
- Satu dari Tiga Anak Indonesia Alami Gigi Berlubang
“Setiap Musrenbang kami usulkan renovasi kantor, tapi tidak pernah direalisasikan,” katanya.
Ketua LPM Kelurahan Beru, Ruben Solidale, menyebut Beru sebagai kelurahan tertua di Kabupaten Sikka yang justru terkesan terabaikan. Padahal, dari Beru telah lahir beberapa kelurahan baru seperti Waioti, Nangameting, Wairotang, dan Kota Baru.
“Kantor kelurahan Beru dari dulu sampai sekarang tidak pernah berubah. Dari bupati ke bupati selalu diusulkan, tapi tidak pernah terwujud,” tegas Ruben.
Meski diwarnai cuaca ekstrem dan kondisi gedung yang memprihatinkan, Musrenbang tetap menghasilkan sejumlah usulan pembangunan fisik dan pemberdayaan masyarakat yang akan dibawa ke Musrenbang tingkat kecamatan. (Hery Fdz). ***

