Jejak Tangan Tertua di Dunia Ditemukan di Sulawesi
redaksi - Kamis, 29 Januari 2026 13:39
Lukisan tangan purba ditemukan di Pulau Muna (sumber: Google Gemini)MAROS (Floresku.com)– Dunia arkeologi kembali digemparkan oleh temuan luar biasa dari Indonesia. Sebuah siluet tangan manusia yang samar di dinding gua kapur di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, diduga sebagai seni cadas (rock art) tertua di dunia, dengan usia minimal 67.800 tahun.
Temuan ini berasal dari sebuah gua batu gamping yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata lokal. Menariknya, meski dikelilingi lukisan gua lain berupa hewan dan figur manusia yang lebih muda, bentuk tangan tersebut justru luput dari perhatian para peneliti hingga kini.
Para arkeolog meyakini lukisan ini dibuat dengan teknik hand stencil, yaitu dengan menempelkan tangan ke dinding gua lalu menyemprotkan pigmen di sekelilingnya. Pigmen tersebut berasal dari oker alami.
Baca juga:
- Industri Pindar 2026: Transisi Menuju Pertumbuhan Berkualitas
- Polisi Kembali Periksa Pejabat KSOP Labuan Bajo
- Hujan dan Angin Bikin Warga Beru Cemas Saat Ikuti Musrenbang
“Mereka menaruh tangan di dinding lalu menyemprotkan pigmen. Bisa jadi dengan mulut, atau dengan alat sederhana. Kita tidak tahu persis tekniknya, tetapi jelas ini disengaja,” ujar Maxime Aubert, arkeolog dan geokimiawan dari Griffith University, Australia, yang menjadi penulis utama studi ini dalam jurnal Nature.
Penentuan usia lukisan dilakukan dengan menganalisis endapan kalsit mikroskopis yang menutupi sebagian gambar. Endapan ini memberi petunjuk usia minimum, sehingga dapat dipastikan lukisan tersebut jauh lebih tua dari lukisan gua terkenal di Eropa seperti Lascaux atau Altamira.
Yang membuat temuan ini semakin menarik adalah bentuk jari-jari tangan yang tampak menyempit dan meruncing. Para peneliti menduga ini merupakan modifikasi simbolik yang disengaja. Pola serupa juga ditemukan di beberapa gua lain di Sulawesi, mengindikasikan adanya tradisi simbolik kuno yang berkembang luas di kawasan ini.
“Apa yang kita lihat di Indonesia bukan kebetulan terpisah, tetapi bagian dari tradisi budaya yang sangat tua dan selama ini tersembunyi,” kata Aubert. “Ini adalah jendela intim ke dalam pikiran manusia purba.”
Temuan ini juga penting dalam studi migrasi manusia. Sulawesi diduga menjadi jalur penting dalam perjalanan manusia purba dari Asia menuju Australia. Seni gua ini memperkuat bukti bahwa manusia sudah mencapai Australia setidaknya 65.000 tahun lalu.
Meski demikian, sejumlah ilmuwan mengingatkan agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan. Profesor Paul Pettitt dari Durham University menyatakan bahwa makna simbolik lukisan tangan masih terbuka untuk banyak tafsir, bahkan mungkin dibuat oleh kelompok manusia purba lain seperti Denisovan.
Namun satu hal pasti: Sulawesi kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat peradaban manusia tertua di dunia. (Leo). ***

