Keuskupan Ruteng Tegas Tolak Tambang Mangan di Pantura Manggarai

Redaksi - Rabu, 08 Juli 2026 11:31
Keuskupan Ruteng Tegas Tolak Tambang Mangan di Pantura ManggaraiIlustrasi: Tambang mangan di Serise Lamba Leda Manggarai Timur (sumber: Dok. JPIC OFM)

RUTENG (Floresku.com) – Keuskupan Ruteng kembali menegaskan sikap menolak rencana pertambangan mangan di kawasan pantai utara (Pantura) Manggarai, Nusa Tenggara Timur. 

Penolakan tersebut dituangkan dalam pernyataan sikap resmi yang diterbitkan pada Sabtu (4/7).

Pernyataan itu ditandatangani Vikaris Jenderal Keuskupan Ruteng, Pater Sebastianus Hobahana,  SVD sebagai respons atas rencana operasi pertambangan mangan oleh PT Sumber Jaya Asia (SJA) di kawasan Bone Wangka, Jengkalang, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.

Dalam pernyataannya, Keuskupan Ruteng menegaskan bahwa Gereja tidak menolak pembangunan. Namun, Gereja menolak setiap bentuk pembangunan yang mengorbankan manusia, merusak lingkungan hidup, dan mengancam keberlanjutan kehidupan masyarakat.

"Berdasarkan pengalaman yang telah terjadi, pertambangan mangan telah membawa dampak buruk secara ekologis, ekonomi, kesehatan, dan sosial. 

Oleh karena itu, Keuskupan Ruteng menegaskan kembali komitmen untuk menolak segala bentuk pertambangan yang merusak kehidupan manusia dan keseimbangan ekosistem," tegas Romo Sebastianus.

Baca juga:

Keuskupan menilai aktivitas pertambangan mangan berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan yang sulit dipulihkan. 

Selain itu, eksploitasi sumber daya alam dikhawatirkan akan mengancam sumber air, lahan pertanian, kesehatan masyarakat, serta memicu konflik sosial di tengah warga.

Sikap tersebut sekaligus menjadi penegasan atas komitmen Keuskupan Ruteng yang selama ini konsisten menyuarakan perlindungan terhadap lingkungan hidup dan hak-hak masyarakat lokal. Gereja berpandangan bahwa pembangunan harus berorientasi pada kesejahteraan manusia, menghormati martabat masyarakat adat, serta menjaga kelestarian ciptaan.

Penolakan kali ini muncul menyusul rencana PT Sumber Jaya Asia mengembangkan tambang mangan di wilayah Bone Wangka, Jengkalang. Rencana tersebut memunculkan kekhawatiran berbagai pihak karena kawasan Pantura Manggarai selama ini menjadi wilayah penyangga kehidupan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.

Keuskupan Ruteng mengajak seluruh umat Katolik, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat luas untuk mengedepankan model pembangunan yang berkeadilan, berkelanjutan, dan tidak mengorbankan kelestarian lingkungan maupun generasi mendatang.

Sikap ini sekaligus memperkuat posisi Keuskupan Ruteng sebagai salah satu lembaga keagamaan di Flores yang secara konsisten mengawal isu-isu ekologi, sejalan dengan semangat ensiklik Laudato Si' tentang pentingnya merawat bumi sebagai rumah bersama. (Leanny). ***

RELATED NEWS