KKN Tematik Unika Ruteng Fokus Cegah Stunting dan Literasi
Redaksi - Rabu, 24 Juni 2026 09:39
1.450 mahasiswa Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng akan diterjunkan ke berbagai wilayah di Kabupaten Manggarai Timur melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun 2026 (sumber: Humas Unika St Paulus Ruteng)RUTENG (Floresku.com) – Sebanyak 1.450 mahasiswa Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng akan diterjunkan ke berbagai wilayah di Kabupaten Manggarai Timur melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun 2026 yang berfokus pada pencegahan dan penanggulangan stunting serta peningkatan literasi masyarakat.
Para mahasiswa tersebut mengikuti pembekalan KKN Tematik yang berlangsung di Aula Gedung Utama Timur (GUT) Lantai 5 Kampus Unika Santu Paulus Ruteng, Selasa (23/6).
Rektor Unika Santu Paulus Ruteng, Pastor Agustinus Manfred Habur, menegaskan bahwa KKN Tematik merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai teori di ruang kuliah, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Baca juga:
- Paleoanthropologist AS, John Hawks: Menguntit Ebu Gogo yang Liar
- Terkait Penarikan Mobil, Warga Nagekeo Lapor Polisi, Adira Finance Bungkam
- DOA BAPA KAMI (Mat 6, 7-15)
"KKN Tematik adalah kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar bersama masyarakat sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang mereka hadapi," kata Pastor Manfred.
Ia menjelaskan, KKN tahun ini memiliki keistimewaan tersendiri karena melibatkan kolaborasi lintas disiplin ilmu dari empat fakultas, yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes), Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP), serta Fakultas Teknik (FT).
Menurut Pastor Manfred, sinergi tersebut menjadi kekuatan penting dalam menjawab dua isu strategis yang masih menjadi tantangan pembangunan di Manggarai Timur, yakni stunting dan rendahnya tingkat literasi masyarakat.
"KKN Tematik periode ini sungguh istimewa. Kita menyatukan energi dari empat fakultas sekaligus. Sinergi ini adalah kekuatan kita," ujarnya.
Mahasiswa dari Fakultas Ilmu Kesehatan, Fakultas Pertanian dan Peternakan, serta Fakultas Teknik akan mengembangkan berbagai program yang berkaitan dengan pencegahan dan penanggulangan stunting melalui pendekatan kesehatan masyarakat, sanitasi lingkungan, serta penguatan ketahanan pangan keluarga.
Sementara itu, mahasiswa FKIP akan berfokus pada peningkatan literasi masyarakat melalui kegiatan literasi baca-tulis, numerasi, dan literasi digital.
Pastor Manfred menilai kedua isu tersebut sangat menentukan masa depan generasi muda Manggarai Timur.
"Stunting dan literasi bukan masalah sederhana. Keduanya merupakan fondasi masa depan daerah. Jika generasi muda tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki kemampuan literasi yang baik, maka Manggarai Timur akan mampu melompat lebih jauh dalam pembangunan," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana KKN Tematik 2026 yang diwakili Dekan Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Teknik, Yuliana Wahyu, mengatakan bahwa pembekalan menjadi tahapan penting sebelum mahasiswa diterjunkan ke lapangan.
Menurutnya, pembekalan tidak hanya bertujuan memperkuat kapasitas akademik mahasiswa, tetapi juga mempersiapkan mereka secara mental, sosial, dan spiritual agar mampu beradaptasi dengan kehidupan masyarakat.
"Pembekalan bukan sekadar kegiatan formal. Ini adalah proses pembentukan kesiapan mahasiswa agar mampu menjalankan pengabdian dengan penuh tanggung jawab dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Yuliana mengingatkan para peserta KKN agar hadir sebagai mitra masyarakat, bukan sebagai pihak yang merasa paling mengetahui segala persoalan.
Mahasiswa, katanya, perlu belajar mendengarkan, memahami kebutuhan masyarakat, dan menghargai pengalaman hidup warga setempat.
"Mahasiswa hadir bukan sebagai orang yang paling tahu, tetapi sebagai pribadi yang mau belajar bersama masyarakat. Dengarkan mereka, pahami kebutuhan mereka, dan hargai kearifan yang mereka miliki," pesannya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga etika, menghormati budaya lokal Manggarai Timur, membangun kerja sama yang baik dalam kelompok, serta terus berkoordinasi dengan dosen pendamping dan pemerintah setempat selama pelaksanaan KKN.
Dalam kesempatan tersebut, Yuliana menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur yang telah membuka ruang kolaborasi dengan dunia pendidikan tinggi dalam upaya mempercepat pembangunan daerah.
Menurutnya, kerja sama antara kampus dan pemerintah merupakan langkah strategis untuk menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
"Kehadiran pemerintah daerah dalam program ini menunjukkan bahwa akademisi dan birokrasi harus berjalan beriringan untuk membangun daerah," katanya.
Melalui KKN Tematik 2026 ini, Unika Santu Paulus Ruteng berharap kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya membantu mengatasi persoalan stunting dan literasi, tetapi juga memperkuat semangat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di Manggarai Timur. (Tari). ***

