Labuan Bajo Jadi Tuan Rumah Pertemuan Internasional Caritas Dunia

Redaksi - Minggu, 17 Mei 2026 21:31
Labuan Bajo Jadi Tuan Rumah Pertemuan Internasional Caritas DuniaRombongan Caritas Internasional diterima secara adat Manggarai. (sumber: Vinsen Patno)

LABUAN BAJO (Floresku.com) -  Kawasan pariwisata super premium Labuan Bajo kembali menjadi sorotan internasional. 

Kali ini bukan karena panorama wisata atau destinasi alamnya, melainkan karena dipilih menjadi tuan rumah perayaan Yubileum 75 Tahun Caritas Internationalis dan 20 Tahun Caritas Indonesia yang berlangsung pada 17–21 Mei 2026.

Kegiatan internasional tersebut akan menghadirkan para pemimpin dan delegasi Caritas dari berbagai negara untuk membahas penguatan pelayanan kemanusiaan berbasis komunitas, solidaritas, dan pemberdayaan masyarakat.

Presiden Caritas Internationalis, Kardinal Tarcisio Isao Kikuchi  SVD dari Jepang (tengah).

Selain menjadi ruang pertemuan strategis Gereja Katolik dunia, agenda ini juga memperlihatkan semakin besarnya perhatian internasional terhadap wilayah Flores, khususnya Keuskupan Labuan Bajo yang terus berkembang dalam pelayanan sosial dan pastoral.

Delegasi Dunia Hadir di Labuan Bajo

Perayaan ini akan dihadiri Presiden Caritas Internationalis, Kardinal Tarcisio Isao Kikuchi SVD dari Jepang, Wakil Presiden Philomena Antonio, Sekretaris Jenderal Alistair Chad Dutton, serta puluhan anggota Representative Council (RepCo) Caritas Internationalis.

Hadir pula Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), para uskup Regio Nusa Tenggara, direktur Caritas-PSE se-Indonesia, pemerintah daerah, dan berbagai mitra kemanusiaan.

Baca juga:

Kehadiran para delegasi internasional tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk memperkenalkan Flores, khususnya Manggarai Barat, sebagai wilayah yang tidak hanya kaya wisata alam tetapi juga aktif membangun gerakan kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat.

Kunjungi Komunitas dan Pertanian Organik

Salah satu agenda utama berlangsung pada 18 Mei 2026 ketika delegasi internasional akan mengunjungi komunitas dampingan di Paroki Santa Theresia Kalkuta Datak, Keuskupan Labuan Bajo.

Di lokasi tersebut, peserta akan melihat langsung pelaksanaan Program HARVEST yang dikembangkan Caritas Indonesia melalui pendekatan pertanian organik, penguatan ekonomi masyarakat, dan ketahanan komunitas.

Program ini juga sejalan dengan semangat Laudato Si’, ensiklik Paus Fransiskus tentang kepedulian terhadap lingkungan hidup dan masa depan bumi.

Ekaristi dan Malam Budaya Flores

Pada sore harinya, kegiatan dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi di Gereja Katedral Roh Kudus Labuan Bajo yang dipimpin langsung oleh Kardinal Tarcisio Isao Kikuchi.

Malam budaya yang melibatkan pelajar, komunitas budaya, pemerintah daerah, dan masyarakat lokal juga akan digelar sebagai bentuk penghormatan terhadap kekayaan budaya Flores dan Indonesia.

Uskup Labuan Bajo: Ini Kehormatan Besar

Uskup Keuskupan Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, menyebut kepercayaan menjadi tuan rumah kegiatan internasional ini sebagai dukungan besar bagi keuskupan yang masih tergolong baru.

“Ini menjadi kesempatan penting untuk membangun jejaring pelayanan yang lebih luas sekaligus memperkenalkan wajah Keuskupan Labuan Bajo kepada dunia,” ujarnya.

Direktur Caritas Indonesia, RD. Fredy Rante Taruk, berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan membawa dampak jangka panjang bagi penguatan karya kemanusiaan di Indonesia.

Sementara itu, Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, mengapresiasi dipilihnya Labuan Bajo sebagai lokasi perayaan internasional tersebut.

Menurutnya, kolaborasi Gereja dan pemerintah penting untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkenalkan nilai kemanusiaan dan budaya lokal Flores ke tingkat dunia.

Perayaan Yubileum Caritas ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial Gereja, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas sosial, pemberdayaan masyarakat, dan kepedulian terhadap lingkungan hidup di Flores dan Indonesia. (Vinsen Patno). ***

RELATED NEWS