Liga Arab Kecam 'Serangan' Israel di Gaza
redaksi - Minggu, 06 April 2025 06:54
GAZA (Floresku.com) -Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul-Gheit mengkritik tindakan Israel di Jalur Gaza, Suriah, dan Lebanon, dengan menyebutnya sebagai fase baru "kecerobohan total."
Dalam pernyataannya, Aboul-Gheit mengecam "mesin perang Israel," menuduhnya melakukan pembunuhan dan pengusiran warga sipil tanpa henti setiap hari di Gaza. Ia berpendapat bahwa tindakan ini dimaksudkan untuk memaksa penduduk keluar dari daerah tersebut dengan membuatnya tidak layak huni.
Sebelumnya, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melaporkan pembunuhan Saeed Ahmad Abed Khudari, yang dituduh sebagai tokoh kunci dalam jaringan keuangan Hamas, di Kota Gaza.
- Homat Paris: 'Lisa Mariana Dianggap Sudah Temui Jalan Buntu atas Kasus Perselingkuhan'
- Pergilah, dan Jangan Berbuat Dosa Lagi Mulai dari Sekarang
Menurut IDF, Khudari menjadi sasaran pada hari Kamis karena perannya sebagai "fasilitator utama pendanaan teror di dalam Hamas." Ia mengepalai dana Al Wefaq Co., sebuah organisasi yang oleh pemerintah Israel diklasifikasikan sebagai entitas teroris karena diduga terlibat dalam pengalihan dana ke kelompok teroris.
Di tempat lain, Brigade Al-Qassam, sayap bersenjata Hamas, menyatakan bahwa setengah dari sandera Israel saat ini berada di daerah-daerah yang baru-baru ini diperintahkan evakuasi oleh Israel.
Kelompok tersebut dilaporkan memilih untuk tidak merelokasi para sandera, tetapi malah menerapkan langkah-langkah keamanan ketat di sekitar mereka, dengan peringatan akan bahaya yang mengancam nyawa mereka.
Minggu ini, juru bicara Pasukan Pertahanan Israel Effie Defrin menyatakan bahwa militer telah memasuki "tahap baru" dalam serangannya di Gaza.
Pada hari Jumat, otoritas kesehatan Gaza melaporkan sedikitnya 1.249 warga Palestina tewas dan 3.022 lainnya terluka akibat serangan Israel yang semakin intensif.
Sebuah laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dirilis pada hari yang sama menyoroti bahwa, sejak 18 Maret, militer Israel telah mengeluarkan 13 perintah pemindahan, yang mencakup sekitar 126,6 kilometer persegi—sekitar 35% dari Jalur Gaza.
Selama dua minggu terakhir, laporan tersebut mencatat, lebih dari 280.000 orang telah mengungsi. (Sumber:vaticavannews.va). ***