Menang di PTUN Kupang dan PTUN Surabaya, Yustin Maria D. Romas:'Hanya Satu Andalan Saya, Ya Dia, Tuhan'

redaksi - Jumat, 05 November 2021 23:26
Menang di PTUN Kupang dan PTUN Surabaya, Yustin Maria D. Romas:'Hanya Satu Andalan Saya, Ya Dia, Tuhan'Yustin Maria D. Romas (sumber: Tangkapan layar ForesNet TV)

RUTENG (Floresku.com) - Yustin Maria D. Remos, seorang wanita yang pernah dinobatkan sebagai wanita inspiratif dan berprestasi Nusa Tenggara Timur ( NTT) beberapa waktu lalu mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT. 

Secara  lebih khusus ia berterima kasih kepada Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) di Kupang atas kemenangannya pasca pemecatan dirinya sebagai Kepala Sekolah Kejuruan Negeri 1 Wae Rii oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga NTT, sesuai SK Gubernur NTT No: 816.2.1/220/BKD.3.1, tertanggal 14 Desember 2020 lalu.

Hal ini tertuang dalam rilis yang diterima Jurnalis media ini pada Jumat 05 November 2021.

Dikatakan Yustin Maria D. Remos bahwa keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara Kupang dan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara adalah sebuah kemenangan dan mengangkat marwah indah yaitu menyelamatkan tubuh pendidikan di NTT itu sendiri dan sebuah bentuk penghargaan setinggi-tingginya kepada Pengadilan Tata Usaha Negara dalam memperjuangkan hak dan martabat kaum pendidik baik ASN maupun swasta pada lingkup dunia pendidikan di NTT dan di Negara Indonesia tercinta ini.

“Saya ucapkan limpah terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah menguatkan saya untuk tetap tegar menghadapi persoalan besar sampai pada detik kemenangan ini,” cetus Yustin.

Lebih lanjut, Yustin menjelaskan bahwa perjuangannya untuk menyelamatkan reputasi Pendidikan di NTT agar tidak dihancurkan semena-mena oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dengan sebuah kebijakan yang melawan aturan dan hukum yang berlaku.

“Saya tidak mau pendidikan dan jiwa pendidikan di NTT dilucuti oleh tindakan sewenang-wenang, kebijakan yang salah, demonstrasi anarkistis, dan pengaruh-pengaruh luar yang justru merusak tatanan dan tubuh indah pendidikan itu. Akan tetapi, pemimpin seharusnya jujur, tidak melawan hukum dan berkarakter sehingga bisa diteladani dan dicontoh oleh bawahannya,” ungkapnya sesuai rilis yang ada.

Lebih jauh, sembari mengingatkan kepada siapa pun untuk kembali kepada kebenaran dan hukum, Yustin Maria D. Remos mengaku, dalam perjuangan yang dilakukan, dirinya selalu mengandalkan Tuhan.

“Kebenaran itu di atas segala-galanya. Satu dan hanya satu andalan saya, ya Dia Tuhan,” cetus Yustin. (Jivansi) ***

Editor: Redaksi

RELATED NEWS