Mgr. Maksimus Regus Kunjungi Stasi Nggorang, Tekankan Pelayanan dan Peran OMK
Redaksi - Selasa, 05 Mei 2026 08:57
Umat Stasi Nggorang menerima Mgr Maksi secara adat Manggarai (sumber: Vinsen Patno)LABUAN BAJO (Floresku.com) – Uskup Labuan Bajo, Mgr Maksimus Regus (Mgr Maksi) melakukan kunjungan pastoral ke Stasi Nggorang, Paroki Santa Theresia Lisieux Longgo, pada Minggu (3/5).
Kunjungan ini merupakan agenda rutin untuk merayakan Ekaristi bersama umat, namun berlangsung meriah dengan keterlibatan luas seluruh elemen paroki.
Sejak pagi, puluhan Orang Muda Katolik (OMK) telah berkumpul di perempatan Nggorang untuk menjemput uskup.

Dengan iring-iringan sepeda motor, mereka mengantar Mgr Maksi menuju Kapel di Bukit Watu Langkas.
Setibanya di lokasi, ia disambut secara adat dengan tarian dan barisan umat yang membentuk pagar betis di sepanjang jalan.
Dalam perayaan Ekaristi yang berlangsung khidmat, Mgr. Maksimus menyampaikan tiga pesan utama. Pertama, pentingnya pelayanan.
Baca juga:
- Prodi Manajemen UNIPA Raih Akreditasi Unggul 2026
- Lagu “Tabola Bale” Tembus Nominasi Best Asia Song di Music Awards Japan 2026
- Gawi di Persimpangan: Antara Lomba dan Kehilangan Jiwa
Ia mengingatkan bahwa pertumbuhan jumlah umat harus diimbangi dengan semangat melayani, dimulai dari keluarga hingga kehidupan menggereja. Kedua, Kristus sebagai fondasi hidup beriman.

Menurutnya, hanya dengan berpaut pada Kristus, umat mampu bertahan dan berkembang di tengah tantangan hidup. Ketiga, Kristus sebagai jalan keselamatan, sebagaimana sabda-Nya bahwa Dialah jalan, kebenaran, dan hidup.
Pada kesempatan tersebut, Mgr. Maksimus juga mengapresiasi dinamika iman umat Stasi Nggorang. Ia menilai keterlibatan orangtua, anak-anak, dan kaum muda menjadi tanda hidupnya persekutuan umat.

Ia pun mengajak umat untuk terus membangun “persekutuan sinergis” dengan menggabungkan potensi demi kemajuan stasi, paroki, dan keuskupan.
Pastor Paroki, Vinsen Ndelo, menyampaikan terima kasih atas kunjungan tersebut. Ia menegaskan bahwa keterlibatan OMK menjadi kekuatan utama paroki, termasuk dalam merancang seluruh rangkaian kegiatan.
Stasi Nggorang sendiri disebut sebagai salah satu basis umat terbesar dengan semangat kemandirian yang tinggi.

Usai perayaan, digelar dialog antara uskup dan OMK. Dalam sesi ini, Mgr Maksi menegaskan bahwa kaum muda adalah Gereja masa kini, bukan sekadar masa depan.
Ia mendorong mereka untuk aktif dalam pelayanan serta mengembangkan keterampilan hidup.
Menanggapi pertanyaan tentang maraknya judi online, Mgr. Maksimus mengingatkan bahaya praktik tersebut bagi masa depan orang muda.
Ia mengajak OMK untuk menjadi pribadi kreatif, inovatif, dan mandiri melalui kegiatan positif, termasuk kewirausahaan.
Kunjungan pastoral ini ditutup dengan doa dan berkat bagi seluruh umat, khususnya OMK dan anak-anak Sekami, yang merasakan peneguhan iman dari kehadiran sang gembala. (Vinsen Patno). ***

