Munas IV AFPI Resmi Digelar, Kuseryansyah Pimpin Periode 2026-2029
Justina Nur Landhiani - Jumat, 02 Oktober 2026 17:57
Kepemimpinan Baru AFPI Ditentukan, Industri Pindar Siap Masuki Babak Baru (sumber: AFPI)JAKARTA — Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) IV sebagai bagian penting dalam tata kelola organisasi. Selain melakukan penyampaian laporan kepengurusan selama periode 2023–2026, forum ini juga digunakan untuk membahas dan menetapkan arah AFPI pada periode berikutnya.
Dengan mengangkat tema “Bersama Melanjutkan Perjalanan, Menentukan Arah ke Depan”, Munas IV AFPI menjadi momentum untuk menjaga keberlanjutan organisasi sekaligus memperkuat perannya di tengah dinamika industri Pinjaman Daring (Pindar) yang terus berkembang.
Kepala Departemen Pengawasan Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Keuangan Lainnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Adief Razali mengungkapkan penyelenggaraan Musyawarah Nasional IV AFPI memiliki arti yang sangat penting dan strategis agar dapat menjadi momentum penguatan industri Pindar ke depan. Munas bukan hanya merupakan forum organisasi untuk memilih kepengurusan baru, tetapi juga momentum untuk melakukan konsolidasi industri, mengevaluasi perjalanan yang telah dilalui, serta merumuskan arah pengembangan industri Pindar ke depan agar semakin sehat, berintegritas, dan berkelanjutan.

“AFPI memiliki peran yang sangat penting sebagai wadah asosiasi industri. OJK mengharapkan AFPI dapat terus menjalankan fungsi sebagai mitra strategis dan konstruktif dalam mendukung penguatan standar industri, peningkatan kualitas tata kelola, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan disiplin pasar yang sehat dan bertanggung jawab,” ujarnya saat memberi sambutan dalam Musyawarah Nasional IV AFPI di Jakarta, 1 Oktober 2026.
Ketua Umum AFPI periode 2023–2026, Entjik S. Djafar, mengatakan bahwa Munas merupakan bagian penting dari tata kelola organisasi untuk memastikan proses evaluasi, regenerasi, dan penentuan arah strategis dapat berlangsung secara terstruktur dan berkesinambungan.
“Munas bukan hanya menjadi forum untuk mengevaluasi apa yang telah dilakukan selama satu periode kepengurusan, tetapi juga menjadi ruang untuk menentukan prioritas dan arah pengembangan organisasi selanjutnya. Setiap periode memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan, menyelesaikan, dan mempertanggungjawabkan mandat yang telah diberikan,” ujar Entjik.
Sepanjang periode kepengurusan 2023–2026, AFPI menjalankan berbagai program dan inisiatif untuk memperkuat fondasi industri Pindar sekaligus mendukung terciptanya ekosistem yang bertanggung jawab.
Estafet Kepemimpinan untuk Keberlanjutan AFPI
Munas IV AFPI menandai dimulainya periode kepengurusan baru sekaligus menjadi momentum bagi AFPI untuk melanjutkan fondasi organisasi yang telah dibangun dalam periode sebelumnya. Kepemimpinan baru diharapkan dapat menjaga kesinambungan program dan mandat organisasi, sekaligus menghadirkan inovasi serta pendekatan baru sesuai dengan perkembangan industri Pindar.
Ketua Umum AFPI terpilih periode 2026-2029, Kuseryansyah, menyampaikan bahwa kepemimpinan baru akan melanjutkan berbagai hal positif yang telah dibangun, dengan tetap membuka ruang bagi penyempurnaan dan perubahan yang diperlukan. Menurutnya, penguatan tata kelola, advokasi kebijakan, data dan informasi, serta kolaborasi dengan regulator dan seluruh pemangku kepentingan akan tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan AFPI ke depan.
“Kami ingin memastikan AFPI terus menjadi rumah bersama bagi industri Pindar. Karena itu, penguatan tata kelola, advokasi yang konstruktif, pengelolaan data dan informasi, serta kolaborasi dengan regulator dan ekosistem akan terus kami dorong. Di saat yang sama, kami ingin membawa program dan semangat baru yang dapat menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang,” lanjutnya.
Kuseryansyah juga turut menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan AFPI periode 2023–2026 yang telah menjalankan mandat organisasi dan membangun berbagai fondasi bagi keberlanjutan asosiasi. Ia menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari dinamika organisasi, sementara kesinambungan mandat dan kepentingan bersama industri tetap menjadi perhatian utama.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Bapak Entjik S. Djafar beserta seluruh jajaran pengurus atas kontribusi dan fondasi yang telah dibangun selama periode kepengurusan sebelumnya. Apa yang telah dilakukan menjadi bagian penting dari perjalanan AFPI dan akan menjadi pijakan bagi kami untuk melangkah ke depan,” ungkapnya.
Tulisan ini telah tayang di jogjaaja.com oleh Redaksi pada 02 Okt 2026

