Pascagempa, BPOLBF dan Pelaku Wisata Bahas Pemulihan Labuan Bajo
Redaksi - Senin, 31 Agustus 2026 12:42
BPOLBF bahas pemulihan pariwisata Labuan Bajo bersama pelaku wisata. (sumber: BPOLBF)LABUAN BAJO (Floresku.com) – Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) bersama pelaku usaha dan asosiasi pariwisata membahas langkah pemulihan sektor pariwisata Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat pascagempa Flores.
Pembahasan tersebut mengemuka dalam forum Bincang Kepariwisataan yang digelar BPOLBF untuk mendapatkan gambaran terkini mengenai kondisi destinasi, dampak gempa, serta kesiapan pelaku industri pariwisata.
Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, mengatakan informasi yang dihimpun mencakup kondisi dan kesiapan destinasi, aksesibilitas, fasilitas pendukung, hingga aktivitas usaha pariwisata.
“Informasi yang dihimpun meliputi kondisi dan kesiapan destinasi, aksesibilitas, fasilitas pendukung, hingga aktivitas usaha pariwisata,” kata Andhy dari Labuan Bajo, Minggu (30/8).
Menurutnya, informasi tersebut menjadi dasar untuk menyusun langkah kolaboratif dalam mendukung pemulihan sekaligus menjaga keberlanjutan pariwisata di Labuan Bajo dan kawasan Floratama.
Baca juga:
- Pesan Inspiratif: KETERBUKAAN MENGGUGAT
- Beredar Surat Pemanggilan Kejari, Direktur PD Wairpuan: Saya Kurang Tahu
- Bacaan Liturgis, Senin, 31 Agustus 2026
Forum itu juga menjadi ruang bagi pemerintah dan pelaku industri untuk mengetahui secara langsung perkembangan sektor pariwisata setelah gempa serta mengidentifikasi berbagai persoalan yang muncul di lapangan.
“Forum ini kami selenggarakan sebagai ruang untuk melihat secara langsung perkembangan kondisi kepariwisataan pascagempa, termasuk berbagai isu, perhatian, dan tren yang berkembang di lapangan,” ujarnya.
Destinasi Dipetakan
BPOLBF bersama pelaku industri kemudian melakukan pemetaan kondisi destinasi berdasarkan hasil pemantauan dan verifikasi di lapangan.
Pemetaan tersebut mencakup destinasi yang mengalami kerusakan ringan hingga berat, lokasi yang masih ditutup sementara, serta destinasi yang telah dinyatakan aman dan dapat kembali beroperasi.
Langkah ini dilakukan agar pemulihan pariwisata tidak semata-mata mengejar percepatan pembukaan destinasi, tetapi tetap menempatkan aspek keselamatan wisatawan sebagai prioritas.
Dalam proses pemulihan tersebut, BPOLBF menerapkan prinsip “safe before open” dan “ready before promote”.
Artinya, destinasi yang terdampak tidak serta-merta dibuka atau dipromosikan sebelum kondisi dan tingkat kesiapannya diverifikasi.
Pendekatan ini dinilai penting agar aktivitas pariwisata dapat kembali berjalan secara bertahap tanpa mengabaikan keamanan wisatawan maupun pelaku usaha.
Destinasi yang telah melewati proses verifikasi dan dinyatakan aman untuk menerima wisatawan akan diinformasikan melalui kanal komunikasi dan siaran pers resmi BPOLBF.
Baca juga:
- Pesan Inspiratif: KETERBUKAAN MENGGUGAT
- Beredar Surat Pemanggilan Kejari, Direktur PD Wairpuan: Saya Kurang Tahu
- Bacaan Liturgis, Senin, 31 Agustus 2026
Dengan mekanisme tersebut, informasi mengenai kondisi destinasi diharapkan benar-benar berdasarkan hasil pengecekan lapangan dan dapat menjadi rujukan bagi wisatawan, pelaku usaha, serta masyarakat.
Hotel Mulai Normal
Sementara itu, perwakilan Hotel AYANA Komodo Waecicu Beach, Budi, menyampaikan bahwa operasional hotel setelah gempa Flores hingga kini berjalan normal.
Menurutnya, kondisi bangunan dan fasilitas hotel secara umum masih dapat digunakan dengan baik. Tingkat okupansi juga disebut berada dalam kondisi normal dan menunjukkan tren peningkatan.
Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu indikasi bahwa minat wisatawan untuk berkunjung ke Labuan Bajo masih tetap terjaga.
Namun, informasi mengenai kondisi fasilitas dan tingkat okupansi tersebut merupakan keterangan dari pihak hotel dalam forum dan tidak serta-merta menggambarkan kondisi seluruh hotel, akomodasi, maupun destinasi wisata di Labuan Bajo.
Budi juga mengapresiasi penyampaian informasi dari Kementerian Pariwisata mengenai perkembangan situasi dan keamanan kegiatan wisata melalui berbagai kanal komunikasi.
Menurutnya, informasi yang konsisten dapat membantu memberikan kepastian bagi wisatawan yang telah maupun sedang merencanakan perjalanan ke Labuan Bajo.
Siapkan Statement Letter
Dalam forum tersebut, para pihak juga menyepakati rencana penerbitan statement letter mengenai kondisi dan kesiapan pariwisata Labuan Bajo pascagempa.
Dokumen tersebut akan disusun Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan bersama BPOLBF.
Statement letter itu nantinya memuat informasi mengenai kesiapan Labuan Bajo menerima wisatawan berdasarkan hasil verifikasi dan asesmen terhadap operasional industri pariwisata.
Proses asesmen juga mencakup destinasi serta hotel yang terdampak gempa Flores yang dalam laporan disebut berkekuatan magnitudo 7,7.
BPOLBF menilai kejelasan informasi menjadi bagian penting dalam proses pemulihan pariwisata. Informasi yang akurat diharapkan dapat mencegah munculnya kabar yang tidak sesuai dengan kondisi aktual di lapangan.
Kolaborasi pemerintah, pengelola destinasi, hotel, asosiasi, dan pelaku usaha diharapkan mampu mempercepat pemulihan pariwisata Labuan Bajo tanpa mengorbankan keselamatan wisatawan.
Dengan prinsip membuka destinasi setelah dinyatakan aman dan mempromosikannya setelah benar-benar siap, BPOLBF berharap kepercayaan wisatawan terhadap Labuan Bajo dan kawasan Floratama tetap terjaga selama proses pemulihan pascagempa berlangsung. (Tari)

