Perubahan Iklim Picu Banjir Mematikan di Afrika
redaksi - Jumat, 30 Januari 2026 12:51
Banjir merendam sebuah rumah di Mozambik (sumber: vaticannews.va)MOZAMBIK (Floresku.com) - Gelombang banjir besar yang melanda Afrika bagian selatan dalam beberapa pekan terakhir dipastikan semakin parah akibat perubahan iklim global. Kesimpulan ini terungkap dalam studi terbaru para ilmuwan internasional yang tergabung dalam lembaga World Weather Attribution.
Dalam laporan tersebut disebutkan, wilayah Mozambik, Eswatini, Afrika Selatan bagian timur laut, dan Zimbabwe mengalami curah hujan ekstrem yang setara dengan satu tahun hujan, namun turun hanya dalam waktu sekitar sepuluh hari.
Hujan lebat mulai terjadi sejak 26 Desember dan memuncak pada awal Januari, dengan sejumlah daerah mencatat lebih dari 200 milimeter hujan hanya dalam satu hari.
Dampaknya sangat fatal. Lebih dari 100 orang dilaporkan tewas, sementara sekitar 300 ribu warga terpaksa mengungsi akibat rumah dan lahan mereka terendam banjir.
Di Mozambik, ribuan bangunan rusak parah. Sementara di Afrika Selatan dan Zimbabwe, banyak jalan utama serta jembatan hancur sehingga menghambat distribusi bantuan.
Baca juga:
- Perjuangkan Nasib Guru Agama, Wamenag Tekankan Validasi Data
- NASA Temukan 'Bumi Baru', Lebih Beku dari Mars
- BMKG Bantah OMC Bom Waktu, Klaim Medsos Dinilai Sesat
Para peneliti menyebut peristiwa ini tergolong sangat langka dan biasanya hanya terjadi sekali dalam 50 tahun. Namun, intensitas hujan kali ini meningkat drastis. Izidine Pinto, peneliti senior dari Institut Meteorologi Kerajaan Belanda, menegaskan bahwa perubahan iklim akibat aktivitas manusia menjadi satu-satunya penjelasan masuk akal atas lonjakan curah hujan hingga 40 persen.
Krisis ini juga diperparah oleh keberadaan sembilan sungai internasional yang melintasi Mozambik, sehingga banjir meluas hingga ke wilayah hilir dan lintas negara.
Sementara itu, profesor iklim dari Imperial College London, Friederike Otto, menyoroti lemahnya model iklim berbasis Afrika. Ia menilai sebagian besar model iklim dunia masih dikembangkan di luar Afrika, sehingga sulit memprediksi secara akurat dampak perubahan iklim di kawasan tersebut.
Para ilmuwan memperingatkan, jika emisi gas rumah kaca tidak segera ditekan, bencana serupa akan semakin sering terjadi dan mengancam keselamatan jutaan penduduk Afrika di masa depan. (Rachel-sumber: vaticannews.va). ***

