Presiden Jokowi Kunjungi Pohon Sukun, Tempat Bung Karno Merenungkan Pancasila

redaksi - Kamis, 02 Juni 2022 09:35
Presiden Jokowi  Kunjungi Pohon Sukun, Tempat Bung Karno Merenungkan PancasilaPresiden Joko Widodo dan rombongan berada di Taman Renungan Bung Karno (Taman Pancasila) Ende, Rabu, 01 Juni 2022. (sumber: Laily Rachev-BPMI -Setpres)

ENDE (Floresku.com) - Usai berindak sebagai inspektur upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila ke-77 di Lapangan Pancasila,  Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana mengunjungi Taman Renungan Bung Karno di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu, 01 Juni 2022.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden dan Ibu Negara didampingi oleh seorang penutur bernama Noncent W. Noi,. Kepada Presiden dan rombongan yang menyertainya Noy menuturkan bahwa sejarah taman dijadikan  tempat lahirnya ideologi nasional Pancasila. 

Noi menyatakan bahwa Soekarno, selama pengasingannya di Ende dari Januari 1934 hingga Oktober 1938, sering menghabiskan waktunya untuk merenung di bawah pohon sukun di taman ini.

"Dalam otobiografinya, Soekarno menyatakan bahwa ia mendapat inspirasi dari dasar negara, kemudian bernama Pancasila dan telah menjadi ideologi nasional setelah kemerdekaan, setelah merenungkan di taman ini," kata Noi.

Bung Karno kembali ke Ende sebagai Presiden Republik Indonesia  pada tahun 1950, 12 tahun setelah ia meninggalkan Ende menuju tempat pengasingannya yang kedua ke Bengkulu.

Waktu itu, lanjut Noy,  dan di depan ribuan warga Ende, Bung Karno memberikan kesaksiaan bahwa 'Di kota ini, saya menemukan lima mutiara,  dan di bawah pohon sukun ini saya merenungkan nilai-nilai Pancasila,'" katanya.

Noy mengungkapkan,  Bung Karno mengamanatkan agar apabila suatu saat  pohon sukun ini mati, harus tanam kembali sebagai gantinya.

Ketika pohon itu mati pada tahun 1972, pemerintah daerah setempat pernah berupaya menggantikannya dengan menanam pohon suksun yang baru. Namun upaya itu tak berahasil,  karena gagal tumbuh.

Di bawah kepemimpinan Herman Joseph Gadi Djou, yang menjabat sebagai Bupati 1973-1983, ia mendesak rekan-rekan Soekarno yang masih hidup untuk menanam pohon. Pohon yang sekarang mereka tanam pada 17 Agustus 1980, jelas Noi.

"Pak Presiden,  upaya tersebut ternyata berhasil. Pohon sukun ini bertumbuh sbur hingga sekarang, dan uniknya ia tumbuh subur dengan lima cabangnya. Bagi masyarakat Ende,  hal ini membuktikan bahwa Ende adalah rahim Pancasila," ujarnya.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI) Bambang Soesatyo, Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Laiskodat, dan Bupati Ende Djafar Achmad mendampingi presiden dan ibu negara selama kunjungan mereka. (Silvia/BPMI-Setpres).

RELATED NEWS