Spirit Fian Gego Perintis Brand 'Kopi Ebulobo' Jenis Robusta.

MAR - Jumat, 17 September 2021 13:01
Spirit Fian Gego Perintis Brand 'Kopi Ebulobo' Jenis Robusta. Fian perintis kopi robusta dari kaki gunung Ebulobo (sumber: Dokpri)

MAUPONGGO (Floresku.com) - Kenikmatan kopi tak asing lagi di lidah para penikmat yang kerap menyeduhnya di waktu pagi dan sore bahkan hampir setiap saat. Cita rasa kopi yang terkenal nikmat tentunya datang dari biji kopi pilihan dan beragam.

Salah satunya adalah kopi jenis Robusta. Kopi Robusta kian populer di bumi Flores hingga ke berbagai pelosok daerah luar seiring nama dan cita rasanya yang nikmat di lidah dan hati para pecinta kopi, termasuk anda salah satunya. 

Pohon kopi jenis Robusta tumbuh subur di Pulau Flores salah satunya di Kampung Nua Molo atau biasa disebut kampung 'Muka', Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo.

Kampung Nua Molo yang berada tepat di kaki Gunung Ebulobo tumbuh rerimbunan pohon Kopi jenis Robusta. Salah satu pemilik lahan kopi tersebut adalah Fian Lalu Gego (30) yang memanfaatkan potensi kopi sebagai ladang wira usaha yang dimulainya sejak Juni, 2021 kemarin.

Brand usaha kopi yang dirintis Fian itu bernama 'Kopi Ebulobo' diperoleh dari kebunnya sendiri. Kopi Ebulobo diproses dari biji kopi robusta pilihan kemudian diproduksi secara tradisional.

"Saya aslinya pecinta kopi. Di daerah sini punya potensi kopi yang mumpuni. Untuk itu saya coba manfaatkan sebagai ladang usaha", ujar Fian pada media floresku.com, Kamis, 16 September, 2021.

Fian mengatakan, kopi sudah menjadi kebutuhan semua orang terutama soal gaya hidup. Hingga kini budaya konsumtif masyarakat masih terobsesi dengan produk kopi luar daerah. Padahal brand kopi lokal cita rasanya tak kala nikmat.

Brand Kopi Ebulobo

Saat ini wilayah pemasaran brand kopi ebulobo masih seputaran wilayah Kabupaten Nagekeo. Namun beberapa kali kerap menerima pesanan dari Jakarta, Kalimantan, dan Papua.

Brand kopi ebulobo dibanderol dengan harga relatif terjangkau. Harganya bervariasi sesuai dengan ukurannya. Soal pencapaian pemasaran yang lebih maksimal, ia kerap mempromosikan usahanya di media sosial.

"Harganya sesuai dengan ukuran. Kalau 75 gram harganya Rp.10.000 per bungkus. 250 gram harganya Rp.50.000 per bungkus", paparnya.

Usaha merintis kopi ebulobo terbilang awal. Namun, ia tetap bersemangat berkiprah mempromosikan usahanya disetiap pelosok daerah agar semua orang bisa mengenal kenikmatan kopi ebulobo sesuai sentuhan aroma dan cita rasanya yang khas.

Baca Juga: Mengenal Manceana Sada dan 'Kopi Ine Wea,' Kopi Asli Kampung Nunukae-Nagekeo 

Katarina Beatrix Gamur: Berbisnis Itu Punya Sensasi Berbeda dari Dunia Perkantoran 

RELATED NEWS