Terima Tur Literasi SDI St Yosef, Bupati Sikka Dorong Budaya Baca Dini
Redaksi - Rabu, 29 April 2026 09:04
Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago bersama siswa SDI St Yosef (sumber: Humas DISARPUS Sikka)MAUMERE (Flores.com) – Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, menerima kunjungan peserta Tur Wisata Literasi dari SDI St. Yosef Maumere di ruang kerjanya, Jalan El Tari Nomor 2 Maumere, Rabu (29/4).
Kunjungan edukatif ini diikuti oleh 30 siswa-siswi kelas III hingga kelas VI yang didampingi tiga orang guru.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah dalam memperkuat budaya literasi sejak usia dini melalui metode pembelajaran kontekstual di luar ruang kelas.
Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, Bupati yang akrab disapa JPYK menyampaikan apresiasi kepada para guru SDI St. Yosef Maumere atas inisiatif menjalankan Gerakan 30 Menit Membaca sebelum kegiatan belajar dimulai.

Ia menilai kebiasaan membaca merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi yang cerdas, kritis, dan berdaya saing.
Baca juga:
- Pesan Inspiratif: Iman Menjadi Syarat Hidup Kekal
- Sekitar 1 Juta Anak Perempuan Afghanistan Kehilangan Akses Pendidikan Sejak 2021
- Bacaan Liturgis, Rabu, Pekan IV Paskah
“Literasi bukan hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi dan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Demikian pula numerasi, yang berkaitan dengan kemampuan berpikir logis dan pemecahan masalah,” ujarnya di hadapan para siswa.
Menurutnya, penguatan literasi dan numerasi harus dimulai sejak dini, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga, sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Sikka.
Kegiatan kunjungan ini juga diisi dengan dialog interaktif antara Bupati dan para siswa. Dalam sesi tersebut, Bupati melontarkan sejumlah pertanyaan seputar pengetahuan umum dan wawasan kebangsaan.
Siswa yang mampu menjawab dengan baik mendapatkan apresiasi, termasuk kesempatan duduk di kursi Bupati sebagai bentuk motivasi dan inspirasi.

Usai pertemuan, para peserta melanjutkan rangkaian Tur Wisata Literasi di Aula Frans Seda, Kabupaten Sikka. Di lokasi ini, siswa-siswi mengikuti kegiatan membaca dan bertutur.
Mereka tampak antusias membaca buku pilihan, kemudian secara bergiliran menceritakan kembali isi bacaan di hadapan teman-temannya.
Kegiatan bertutur tersebut tidak hanya melatih keberanian berbicara di depan umum, tetapi juga memperkuat pemahaman isi bacaan serta kemampuan komunikasi.
Para guru pendamping turut memberikan arahan agar siswa mampu menyampaikan cerita secara runtut, jelas, dan menarik.
Keceriaan dan semangat belajar tampak jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Para guru pun menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat Bupati Sikka serta kesempatan belajar langsung yang dinilai sangat berharga bagi para siswa.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat literasi tidak berhenti pada kemampuan membaca semata, tetapi berkembang menjadi budaya berpikir kritis, kreatif, dan komunikatif.
Hal ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Sikka dalam memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. (SP-Silvia). ***

