Korupsi
Kamis, 04 Juni 2026 10:25 WIB
Penulis:Redaksi

JAKARTA (Floresku.com) – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program strategis pemerintah yang dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pemenuhan gizi anak-anak sekolah.
Menurut Dudung, program tersebut lahir dari niat baik Presiden Prabowo Subianto untuk mencerdaskan generasi muda dan mempersiapkan Indonesia menuju Generasi Emas 2045.
“Program MBG dibuat dengan niat baik untuk mencerdaskan anak-anak bangsa,” kata Dudung dalam keterangannya, Rabu (3/6).
Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian besar terhadap pelaksanaan program tersebut dan tidak menginginkan adanya penyimpangan dalam bentuk apa pun.
Baca juga:
Karena itu, pemerintah terus melakukan evaluasi dan pengawasan agar manfaat program benar-benar dirasakan oleh masyarakat, khususnya para siswa penerima manfaat.
Dudung menyebut Prabowo ingin Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai tujuan awal, yakni meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia sekaligus mendukung proses belajar mereka di sekolah.
“Presiden Prabowo ingin program ini berjalan dengan baik. Beliau tidak ingin ada penyimpangan,” ujarnya.
Sebagai bentuk pengawasan, KSP bersama instansi terkait terus memantau pelaksanaan program di lapangan. Sebelumnya, Dudung juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah dapur penyedia makanan dan menemukan beberapa fasilitas yang belum memenuhi standar kelayakan.
Pemerintah, kata Dudung, tidak akan ragu mengambil tindakan terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran atau memanfaatkan program untuk kepentingan pribadi. Ia juga mengingatkan agar yayasan maupun pihak pengelola yang terlibat dalam program tetap mengutamakan kualitas layanan dan kepentingan anak-anak sebagai penerima manfaat utama.
Program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan status gizi anak, mendukung kesehatan peserta didik, serta memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam jangka panjang.
Dengan pengawasan yang ketat, pemerintah berharap program tersebut dapat berjalan transparan, tepat sasaran, dan bebas dari praktik korupsi maupun penyalahgunaan anggaran.