Kementerian
Senin, 07 September 2026 19:46 WIB
Penulis:Redaksi

PUNE (Floresku.com) – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) membukukan potensi transaksi senilai Rp12,8 miliar atau 721.100 dolar AS dalam ajang Sales Mission Pune 2026 di India.
Kegiatan yang berlangsung di Crowne Plaza Pune City Centre by IHG, Jumat (4/9/2026), itu mempertemukan pelaku industri pariwisata Indonesia dengan agen perjalanan dan tour operator potensial dari Pune dan sekitarnya.
Dari pertemuan bisnis tersebut, tercatat estimasi pergerakan sebanyak 1.582 wisatawan India ke Indonesia.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan capaian tersebut menunjukkan besarnya minat pasar India terhadap berbagai produk pariwisata Indonesia.
“Capaian potensi transaksi lebih dari Rp12,8 miliar ini menunjukkan tingginya minat wisatawan asal Pune untuk berkunjung ke Indonesia,” ujar Ni Made dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (6/9).
Menurut dia, Sales Mission Pune 2026 merupakan tindak lanjut partisipasi Indonesia dalam ajang ITB India 2026 di Mumbai.
Dalam forum B2B tersebut, pelaku industri pariwisata Indonesia menawarkan berbagai produk kepada calon pembeli dari Pune. Minat terbesar terlihat pada segmen Free Independent Traveler (FIT), honeymoon/couples, dan luxury tourism.
Ni Made mengatakan keragaman produk wisata Indonesia menjadi salah satu faktor yang sesuai dengan karakter pasar India.
“Para buyers di Pune menunjukkan antusiasme tinggi pada segmen FIT, honeymoon/couples, dan luxury tourism,” katanya.
Selain karakter produk wisata, meningkatnya aksesibilitas menuju berbagai destinasi Indonesia juga dinilai menjadi daya tarik bagi wisatawan India.
Destinasi yang paling banyak mendapat perhatian dalam pertemuan tersebut antara lain Bali, Borobudur–Yogyakarta–Prambanan, serta Gili–Lombok.
Pune dipilih sebagai lokasi sales mission bukan tanpa alasan. Kota ini merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi India dan menjadi kota terbesar kedua di Negara Bagian Maharashtra setelah Mumbai.
Kawasan metropolitan Pune memiliki populasi lebih dari tujuh juta jiwa. Kota tersebut juga berkembang sebagai pusat teknologi informasi, manufaktur, pendidikan dan perusahaan rintisan.
Kondisi tersebut membuat Pune dinilai memiliki potensi besar sebagai pasar wisatawan India yang melakukan perjalanan ke luar negeri.
Potensi pasar itu semakin kuat karena Maharashtra merupakan negara bagian dengan Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar di India, yang mencapai sekitar 650 miliar dolar AS.
Basis ekonomi yang kuat tersebut menjadi peluang bagi Indonesia untuk menggarap wisatawan dengan kemampuan finansial yang relatif tinggi dan memiliki daya beli untuk melakukan perjalanan internasional.
Pune bahkan menjadi salah satu kota yang direkomendasikan pelaku industri sebagai lokasi prioritas sales mission berikutnya setelah Bengaluru, Ahmedabad dan Hyderabad.
Dalam Sales Mission Pune 2026, Kemenpar membawa 12 perusahaan dan pelaku industri pariwisata Indonesia.
Mereka menawarkan beragam produk wisata dari sejumlah destinasi unggulan, mulai dari Jakarta, Bali, Borobudur, Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo, Raja Ampat, Batam–Bintan, Borneo hingga berbagai destinasi Beyond Bali.
Pelaku industri yang terlibat terdiri atas destination management company (DMC), hotel, tour operator dan restoran.
Dua belas perusahaan yang berpartisipasi yakni Abindo Holidays DMC, KCBJ Tours, LH Travels, Luxury Bali Tours & Travel DMC, Pacto DMC, Pramana Experience, Tria Uma DMC, Varatrip, Swarga Suites Bali Berawa, Lisa Tours & Travel, The Golden Saffron Indian Cuisine dan TJTS-Bali.
Kehadiran Labuan Bajo dalam paket promosi tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkenalkan lebih banyak destinasi di luar Bali kepada pasar India.
Kemenpar berharap transaksi yang dibukukan melalui forum bisnis tersebut tidak berhenti pada pertemuan antara seller dan buyer, tetapi berkembang menjadi kerja sama perjalanan yang konkret.
Melalui Sales Mission Pune 2026, Kemenpar juga berupaya memperluas jejaring bisnis antara industri pariwisata Indonesia dan India.
Langkah itu sekaligus membuka peluang bagi semakin banyak produk dan destinasi Indonesia untuk masuk ke dalam katalog perjalanan agen dan operator wisata India.
Ni Made mengatakan penguatan pasar India akan terus dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan asosiasi perjalanan, maskapai penerbangan, online travel platform, serta pelaku industri di India agar Wonderful Indonesia semakin menjadi top-of-mind destination bagi wisatawan India,” ujarnya.
Dengan potensi transaksi Rp12,8 miliar dan estimasi 1.582 wisatawan, Pune menunjukkan bahwa pasar India tidak hanya menjadi sumber wisatawan dalam jumlah besar, tetapi juga memiliki peluang ekonomi yang semakin penting bagi industri pariwisata Indonesia. (SP-Leoni).