bambu
Sabtu, 24 Oktober 2026 09:27 WIB
Penulis:Redaksi

JAKARTA (Floresku.com) – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkuat promosi wisata daratan Flores melalui kegiatan Familiarization Trip (Famtrip) di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 12–16 Oktober 2026.
Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan pola perjalanan wisata (travel pattern) daratan Flores yang dikembangkan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), sekaligus mendorong wisatawan mengeksplorasi destinasi di luar kawasan Taman Nasional Komodo.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 19 Oktober 2026, mengatakan wisata daratan menawarkan pengalaman yang lebih autentik melalui interaksi langsung dengan tradisi, budaya, dan kehidupan masyarakat lokal.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan perjalanan wisata di Labuan Bajo dan Flores dengan menghadirkan pengalaman yang lebih autentik, personal, dan bermakna,” ujar Made.
Famtrip tersebut melibatkan enam peserta, terdiri atas tiga perwakilan agen perjalanan, satu perwakilan media, serta dua influencer atau kreator konten. Mereka mengunjungi sejumlah destinasi unggulan, antara lain Parapuar, Desa Wisata Wae Rebo, Desa Wisata Todo, Lingko Cara Cancar, De Lawa Coffee, Desa Wisata Wae Lolos, dan Desa Wisata Warloka Pesisir.
Baca juga
Di Parapuar, peserta menikmati panorama alam Flores melalui kegiatan wisata alam, kebugaran, dan yoga saat matahari terbenam. Sementara itu, perjalanan menuju Wae Rebo menghadirkan pengalaman trekking, pengenalan rumah adat Mbaru Niang, tradisi dan kain tenun Manggarai, serta aktivitas menikmati matahari terbit dan mengamati bintang.
Peserta juga menelusuri sejarah Kerajaan Manggarai di Desa Wisata Todo, menyaksikan keunikan lanskap persawahan berbentuk jaring laba-laba di Lingko Cara Cancar, serta mengenal perjalanan kopi Flores dari kebun hingga proses pengolahan di De Lawa Coffee.
Pengalaman wisata dilengkapi dengan kunjungan ke Desa Wisata Wae Lolos dan Warloka Pesisir, termasuk kegiatan ekowisata pesisir serta penanaman mangrove.
Menurut Made, kekayaan alam, budaya, sejarah, kuliner, dan desa wisata merupakan potensi yang dapat memperkuat daya tarik Flores di luar wisata bahari yang selama ini menjadi andalan Labuan Bajo.
“Pengembangan wisata daratan membuka kesempatan bagi wisatawan untuk mengenal Flores secara lebih dekat melalui tradisi, cita rasa lokal, dan kehidupan masyarakatnya,” katanya.
Ia menegaskan, pengembangan pariwisata perlu diiringi dengan prinsip pariwisata bertanggung jawab, termasuk menjaga kelestarian lingkungan, menghormati adat istiadat, dan menghargai kehidupan masyarakat setempat.
Dorong Paket Wisata dan Ekonomi Lokal
Selain memperkenalkan destinasi, kegiatan Famtrip diarahkan untuk menghasilkan paket wisata yang siap dipasarkan kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
Melalui pertemuan bisnis (business gathering), peserta dipertemukan dengan pelaku industri pariwisata lokal untuk menjajaki kerja sama dan merancang paket perjalanan yang mengintegrasikan wisata bahari dengan wisata daratan Flores.
Baca juga:
Inisiatif tersebut diharapkan dapat memperpanjang lama tinggal wisatawan di Labuan Bajo dan Flores, sekaligus memperluas distribusi manfaat ekonomi pariwisata kepada masyarakat di berbagai destinasi.
Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Erwita Dianti, mengatakan keterlibatan agen perjalanan, media, dan kreator konten menjadi strategi penting untuk memperluas jangkauan promosi sekaligus menghubungkan potensi destinasi dengan kebutuhan pasar.
Menurut Erwita, pengalaman peserta selama Famtrip diharapkan dapat dikembangkan menjadi paket wisata komersial, pemberitaan media, dan konten digital yang menginspirasi wisatawan untuk menjelajahi lebih banyak destinasi di Flores.
Dengan menghubungkan wisata bahari dan daratan, Kemenpar berharap Labuan Bajo tidak hanya menjadi pintu masuk menuju Taman Nasional Komodo, tetapi juga titik awal perjalanan yang lebih luas untuk mengenal kekayaan alam dan budaya Pulau Flores serta meningkatkan peluang ekonomi bagi masyarakat lokal. (Leony: Sumber Kemenpar).