Kunjungi
Selasa, 24 Maret 2026 11:03 WIB
Penulis:redaksi

LABUAN BAJO (Floresku.com) – Di masa Prapaskah 2026, Keuskupan Labuan Bajo mendapat kesempatan istimewa melalui kunjungan Pater Paul Denizot, CSM, Rektor Komunitas La Fraternité de Montligeon, Prancis, pada 19–22 Maret 2026.
Kunjungan ini menjadi momen peneguhan iman, khususnya dalam devosi bagi keselamatan jiwa-jiwa.
Dalam agenda awal, Pater Paul bertemu dengan Mgr. Maksimus Regus bersama para imam kuria. Ia memperkenalkan karya rohani Montligeon, sebuah persekutuan doa yang secara khusus didedikasikan bagi keselamatan jiwa-jiwa yang telah meninggal, terutama mereka yang terlupakan.
Baca juga:
Persaudaraan ini memiliki akar sejarah sejak diresmikan oleh Paus Leo XIII pada tahun 1893. Kini, komunitas tersebut telah berkembang menjadi lebih dari 1.250 kelompok di lebih dari 30 negara, dengan pusat doa di Basilika Montligeon, Prancis, yang setiap hari mempersembahkan ekaristi dan doa bagi jiwa-jiwa.
Dalam refleksinya, Pater Paul menekankan pentingnya doa bagi orang yang telah meninggal sebagai wujud iman akan kehidupan kekal. Menurutnya, praktik ini bukan hanya tradisi, tetapi juga kesaksian iman di tengah dunia yang semakin sekular. “Ketika kita mendoakan mereka, kita percaya mereka juga mendoakan kita,” ujarnya.
Selama kunjungan, ia memberikan pembinaan kepada tiga kelompok: seminaris Seminari St. Yohanes Paulus II Labuan Bajo, komunitas religius, dan komunitas rohani. Ia mengaitkan devosi ini dengan ajaran Gereja tentang api penyucian dan harapan eskatologis.
Menanggapi praktik budaya lokal, Pater Paul mengakui kekayaan tradisi penghormatan leluhur, namun menegaskan bahwa keselamatan hanya berasal dari Kristus. “Doa kita mengantar jiwa-jiwa kepada Kristus, satu-satunya Penyelamat,” tegasnya.
Uskup Maksimus Regus menyampaikan apresiasi atas kunjungan ini dan berharap komunitas Montligeon dapat berkembang di Keuskupan Labuan Bajo sebagai gerakan doa bagi keselamatan jiwa-jiwa. (Vinsen Patno). ***