NTT Punya Banyak Daya Tarik, Labuan Bajo Disiapkan Jadi Tuan Rumah Pertemuan G-20 Tahun Depan

Selasa, 24 Agustus 2021 13:51 WIB

Penulis:redaksi

Editor:Redaksi

LAB BAJO 1.jpg
Salah satu sisi Kota Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores (Komodo Shutle)

LABUAN BAJO (Floresku.com) –Potensi pariwisata di Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat besar. Daya tarik wisatawan ke daerah ini begitu dahsyat sebelum pandemi COVID-19. Oleh karena itu, NTT pantas dijadikan lokasi MICE(Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) berskala internasional seperti pertemuan G-20.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan daerahnya memiliki julukan New Tourism Territory. NTT memiliki destinasi wisata yang unik, komplit, dan memiliki daya saing.

"Saya sudah keliling dunia dan telah melihat banyak destinasi wisata. Saya akhirnya menyimpulkan bahwa NTT adalah daerah yang paling indah di dunia. Di sini ada gunung dan savana yang indah,air terjun, danau warna-warni, bahkan ada bukit batu warna-warni. Di sini ada budaya yang indah dan sangat beragam," katanya dalam sebuah diskusi virtual, Senin, 23 Agustus 2021 ujarnya sebagamana dirilis detik.com.

Salah satu potensi wisata terbesar di NTT adalah Labuan Bajo dengan Taman Nasional Komodo. Wisatawan bisa melihat langsung hewan purba, yakni komodo yang bermukim secara liar di habitatnya.

Komodo telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai situs warisan dunia pada 2011. Kawasan ini juga memiliki berbagai daya tarik atraksi wisata lainnya, baik dari bentang darat maupun laut.

Di sisi bahari, Labuan Bajo menyimpan lanskap pemandangan bawah laut yang sempurna. Di laut Bajo, hidup ribuan bahkan jutaan spesies ikan dan terumbu karang. Manta, spesies ikan pari terbesar di dunia, juga kerap ditemukan di tengah lautan Labuan Bajo.

Pada bidang sejarah, tak jauh dari Labuan Bajo terdapat situs sejarah purba, Warloka yang memendam kisah sejarah masa lalu orang Flores.

Karena potensinya yang besar, pemerintah telah menetapkan Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas pada 2018. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan pemerintah sedang mempersiapkan Labuan Bajo menjadi lokasi penyelenggaraan agenda internasional G-20 pada 2022.

Bangun infrastruktur

Pemerintah tengah membangun infrastruktur, mulai aksesibilitas, konektivitas, hingga sarana dan prasarana lain agar Labuan Bajo siap menjadi tuan rumah kedua bagi perhelatan agenda dunia selain Bali. Pembangunan infrastruktur dipastikan tidak mengabaikan ekosistem lingkungan.

Pemerintah juga menyiapkan sejumlah agenda pariwisata untuk menarik minat kunjungan selepas pandemi berakhir.

"Jadi wisata olahraga, wisata berbasis alam terbuka, dan budaya hingga wisata edukasi ini menjadi salah satu yang kita siapkan agar Labuan Bajo menjadi destinasi kelas dunia. Dan karena tahun depan akan ada KTT G-20 dan tahun berikutnya ada Asean Summit, kita harus isi dengan calendar of events sehingga Labuan Bajo akan jauh lebih siap," ujar Sandiaga beberapa waktu lalu.

Atraksi wisata di Labuan Bajo yang komplit ini telah menarik minat kunjungan turis asing. Hingga 2019, jumlah pelancong asing ke Labuan Bajo mencapai 256.171 orang. Sektor pariwisata juga berpotensi menjadi pendongkrak bagi pertumbuhan domestik regional bruto dan mendatangkan devisa bagi negara.

Potensi pariwisata NTT

Tak hanya Labuan Bajo, keindahan NTT pun terpancar dari berbagai sudut wilayah NTT mulai, Pulau Timor, Pulau Sumba, Pulau Sabu-Rote, Pulau Alor, dan tentu saja Pulau Flores serta Lembata.

Pulau Timor misalnya memiliki alam pegungan yang mempesonal, dan situs sejarah yang tua. Pulau Sumba memiliki budaya megalith yang unik. Ada banyak kuburan batu raksasa di sana. Di pulau itu terbentang padang savana  yang luas. Sementara itu, Alor memiliki pemandangan dasar laut yang mempesona.Dan, masyarakat memiliki budaya yang menarik.(MAR)