Renungan Harian Katolik
Jumat, 29 Agustus 2025 00:20 WIB
Penulis:redaksi
Editor:redaksi
Oleh: Pater Gregor Nule, SVD
Orang benar sungguh sadar akan pentingnya kebenaran dalam hidup manusia. Ia.selalu berjuang untuk hidup dalam kebenaran.
Orang benar juga rela membela dan memperjuangkan kebenaran apabila nilai kebenaran itu diselewengkan dan diobrak-abrik, kendatipun hidupnya terancam dan mesti menjadi korban.
Perikop Injil Mrk 6:17-29 menampilkan Yohanes Pembaptis, bentara Yesus, Putera Allah, yang berani angkat suara untuk menegur raja Herodes yang merampas isteri Filipus, saudaranya.
Filipus tidak berdaya berhadapan dengan kuasa otoriter dan nafsu raja Herodes. Keberanian Yohanes untuk menyatakan kejahatan Herodes dan membela nasib Filipus, menyadarkan Herodes dan Herodias akan kejahatan mereka.
Tetapi mereka tidak bertobat, malah sebaliknya membela kejahatan mereka dengan berusaha membunuh Yohanes serta meredam suara yang mengungkit kejahatan dan mengetuk suara hati yang buta.
Sebab hati orang yang telah dirusakkan oleh nafsu jahat sulit bertobat, bahkan sebaliknya, berusaha melakukan kejahatan yang lebih besar sekedar untuk menyembunyikan kejahatannya.
Yohanes Pembaptis memang dibunuh. Tetapi, kematiannya bukanlah suatu kesia-siaan. Sebab suara kenabian untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan tetap melengking.
Kematian Yohanes Pembaptis telah memberi inspirasi kepada banyak generasi untuk terus bersuara dan berjuang membela kebenaran dan keadilan yang terus-menerus dilanggar di mana-mana sepanjang sejarah umat manusia.
Keberanian Yohanes Pembaptis mestinya terus membangkitkan kesadaran kita untuk berani menyuarakan jeritan banyak orang kecil yang alami kekerasan, penindasan dan ketidakadilan di sekitar kita.
Mungkin terkadang kita merasa tenang dan nyaman di tengah banyak sekali orang, anak-anak, orang muda, orang sakit, petani sederhana, penjual sayur dan ikan yang dimanfaatkan oleh orang dan pihak tertentu.
Sebagai pengikut Kristus, pencinta dan pembela kebenaran, kita mesti tersentuh hati dan terpanggil untuk melakukan sesuatu yang berarti guna menegakkan keadilan dan kebenaran.
Kalau kita jujur maka kita tidak perlu harus diam. Kita mesti bersuara. Kita mesti lakukan sesuatu yang berarti. Sebab ketidakadilan dan pemutarbalikkan fakta marak terjadi di sekitar kita.
Semoga Santo Yohanes Pembaptis mendoakan kita agar berani memperjuangkan dan membela kebenaran.
Ledalero, 29 Agustus 2025