Tuhan
Senin, 22 Juni 2026 18:10 WIB
Penulis:Redaksi
Editor:Redaksi

Oleh Pater Gregor Nule, SVD
Manusia selalu cenderung melihat ke luar. Ia melihat apa yang ada di sekitarnya. Ia melihat, mempertimbangkan lalu memberi penilaian.
Penilaian itu bisa positif atau pun negatif. Tetapi umumnya manusia melihat sisi gelap, yang negatif dan menghakiminya.
Dalam Kotbah Di Bukit Yesus mengingatkan para pendengarNya agar tidak menghakimi orang lain..
Yesus berkata,"Janganlah menghakimi supaya kalian tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kalian pakai untuk menghakimi, kalian sendiri akan dihakimi", (Mat 7:1-2).
Manusia cenderung melihat sisi gelap, negatif dan buruk dari sesama. Akibatnya konsep, pikiran, pendapat dan sikap kita pun tentu negatif.
Itulah sebabnya Yesus minta agar terlebih dahulu kita lakukan introspeksi diri. Kita masuk ke dalam diri sendiri, kenali diri serta selidiki siapa dan apa yang kita miliki.
Ketika kita sungguh kenal diri sendiri, kenal kekuatan dan kelemahan kita, mungkin kita tidak mudah lihat keluar, cepat menilai, menghakimi dan menghukum.
Kita belajar bercermin pada diri sendiri. Kita berusaha membangun mata hati positif sehingga mampu melihat dengan jernih.
Ketika hati kita bersih dan positif maka yang terungkap lewat pikiran, perasaan, kata, sikap dan perbuatan pun pasti baik dan positif.
Tetapi, jika hati kita negatif maka yang umumnya terungkap keluar pun tidak jauh berbeda.
Sebab seseorang umumnya mengungkapkan apa yang ada dalam diri dan hatinya. Maka dari hidupnya orang bisa mengenalnya.
Karena itu, kita mesti bersikap tulus dan jujur. Kita menjauhi kemunafikan. Sebab orang munafik selalu coba menyembunyikan keburukannya sendiri dengan menilai secara negatif orang lain. Orang munafik selalu bersembunyi di balik kata-katanya.
Maka tepatlah nasehat Yesus agar kita terlebih dahulu mengeluarkan balok dari mata sendiri sebelum berusaha mengeluarkan selumbar dari mata orang lain.
Semoga Tuhan Yesus memberkati kita selalu!
Ledalero, 22 Juni 2026***