Pesan Inspiratif: Mari, Ikutlah Aku

Senin, 21 September 2026 08:20 WIB

Penulis:Redaksi

nule.jpg
Pater Gregor Nule SVD (Dokpri)

Oleh Pater Gregor Nule, SVD

Selamat pagi saudara/iku dan. selamat memasuki hari pertama di pekan baru ini dengan penuh semangat sambil  bawa serta pelbagai perasaan, impian dan rencana.

Yesus melihat Matius duduk di rumah cukai, lalu berkata kepadanya,"Ikutlah Aku". Matius berdiri dan mengikuti Yesus, (bdk Mat 9:9).

Tuhan punya rencana tertentu untuk Matius, lalu memanggilnya. Tanggapan Matius sangat positif dan  spontan. Ia berdiri, tinggalkan pekerjaannya dan mengikuti Yesus.

Mungkin ia sedang melayani wajib pajak atau melaksanakan tugas administratif tertentu. Tetapi, ia anggap semua itu tidak penting lagi. Mengikuti Yesus dan melaksanakan misiNya lebih penting daripada segalanya.

Matius membalas panggilan Yesus dengan  mengundangNya untuk makan bersama di rumahnya. Hadir begitu banyak orang, khususnya para pemungut cukai dan orang berdosa.

Mereka duduk dan makan bersama Yesus. Kejadian seperti ini ditolak bahkan dibenci oleh agama Yahudi. Tidak mungkin orang berdosa duduk, apalagi makan bersama dengan seorang nabi.

Yesus mau menunjukkan ajaran baru. Yesus mempraktekkan  cara pandang dan cara hidup baru. Sebab Dia datang untuk mencari dan menyelamatkan orang-orang  berdosa. Sebaliknya, orang yang merasa diri bersih dan suci tidak butuhkan seorang penyelamat.

Kita hendaknya membangun  kesadaran bahwa Tuhan sungguh  mengenal kita masing-masing dan punya rencana untuk kita. Tuhan mengenal  kepribadian dan kemampuan kita.

Mungkin kita sudah punya cita-cita, rencana, pekerjaan atau profesi tertentu.Tetapi, bagi Tuhan mungkin ada sesuatu yang mesti diubah atau ditambahkan.

Tuhan butuhkan  dan panggil kita untuk menangani tugas dan misi baru, sebagaimana yang dialami Matius. Tuhan tidak pernah mempermainkan dan mengecewakan kita.

Maka kita mesti terbuka dan menanggapi panggilan Tuhan secara positif. Mungkin sering kita pertanyakan kelayakan dan kemampuan. Atau orang lain pun bisa mempertanyakan kita.

Kita mesti yakin bahwa ketika Tuhan butuhkan kita dan kita bersedia untuk mengikuti kehendakNya, Tuhan pasti akan membuat segalanya mungkin.

Tuhan membersihkan kita dari dosa dan ketidakpantasan. Tuhan membuat kita mampu melaksanakan tugas dan karya tertentu yang dipercayakan kepada kita.

Tuhan memanggil kita karena kita bisa. Dan bersama Tuhan kita pasti mampu.

Semoga Tuhan Yesus memberkati kita selalu!

Kewapante, 21 September 2026