Pesan Inspiratif: Menanggapi Undangan Tuhan dengan Sepenuh Hati

Kamis, 20 Agustus 2026 07:30 WIB

Penulis:Redaksi

Editor:Redaksi

nulene.jpg
Pater Gregor Nule SVD (Dokpri)

Oleh Pater Gregor Nule SVD

Undangan untuk menghadiri suatu acara, pesta atau hajatan tertentu selalu didasarkan pada pertimbangan- pertimbangan khusus.  Seseorang diundang karena ia penting bagi tuan pesta. Umumnya orang tidak mengundang siapa saja.

Perikop Injil Mat 22:1-14 melukiskan sikap para undangan yang tidak menghargai tuan pesta. Perjamuan sudah tersedia. Utusan dikirimkan lagi untuk mengingatkan mereka supaya datang karena semuanya telah siap.

Tetapi, mereka tetap saja tidak mau datang dengan aneka alasan seperti pergi ke ladang, atau mengurusi bisnis. Ada yang lebih jahat lagi, yakni menangkap utusan tuan pesta, menyiksa dan membunuh mereka.

Tuan pesta tidak ingin perjamuan nikah anaknya gagal dan sia-sia. Ia menyuruh para hamba untuk mengundang siapa saja yang dijumpai di jalan-jalan, di pasar atau tempat lainnya.

Undangan kali ini terbuka, kepada siapa saja. Hasilnya luar biasa. Tempat perjamuan menjadi penuh.

Tetapi, ada undangan yang tidak berpakaian pesta. Sungguh menyedihkan. Ia  tidak pantas karena tidak menghargai tuan pesta. Ia juga tidak tulus dan merasa terpaksa hadiri perjamuan itu. Maka pantaslah ia disingkirkan.

Inilah gambaran tentang  Kerajaan Allah  yang diwartakan Yesus dan utusan Allah lainnya,  serta  para undangan untuk masuk  Kerajaan Allah serta menjadi umat Allah.

Orang-orang  Israel adalah undangan VIP. Tetapi, mereka umumnya menolak dan bahkan membunuh para utusan Tuhan: nabi-nabi dan Yesus sendiri.

Maka Allah mengarahkan panggilanNya kepada siapa saja, orang baik dan jahat, orang saleh maupun orang berdosa. Tuhan arahkan panggilanNya kepada semua orang dan bangsa-bangsa bukan Yahudi.

Kita adalah undangan yang dijumpai di jalan-jalan dan tempat umum kehidupan dunia ini. Kita telah mendengarkan  warta Kerajaan Allah dan percaya kepada Allah. Kita telah menjadi anggota umat Allah lantaran sakramen-sakramen yang telah kita terima.

Tetapi, mungkin sering kita tidak  hadiri perjamuan  Tuhan karena sibuk dengan urusan pribadi, urus rumah, kebun, bisnis atau minat dan kesenangan pribadi.

Lonceng gereja dan panggilan pengurus KBG   atau info lewat Wa group tidak menjadi tanda khusus dan kita abaikan. Kita senagaja tidak mau dengar atau baca dan buat seolah-olah lupa atau tidak dengar.

Sering kita hadiri perjamuan Tuhan atau kegiatan KBG dan lingkungan, tapi tidak "berpakaian pesta". Artinya,  hati kita jauh. Kita tidak fokus karena pikiran di tempat lain atau terpaut dengan urusan lain.  

Sering kita juga merasa terpaksa sehingga cepat bosan dan berusaha mencari kesibukan lain dengan macam-macam alasan pembenaran diri.

Mari kita menjadi anggota Kerajaan Allah dengan hati bersih dan tulus sehingga kita sanggup memperluas kerajaan kasih dan damai di tengah dunia ini.

Semoga Tuhan Yesus memberkati kita selalu!

Kewapante, 20 Agustus 2026