Tuhan
Selasa, 16 Juni 2026 07:44 WIB
Penulis:Redaksi

Oleh Pater Gregor Nule, SVD
Hampir pasti kita mengasihi orang yang mengasihi kita, orang dekat dan sahabat, lalu membenci musuh dan orang yang membenci kita.
Kita mengampuni orang mengampuni kita, serta membalas dendam dan tidak mengampuni orang yang menganiaya dan mencelakakan kita.
Kita juga berbuat baik terhadap orang yang berbuat baik bagi kita, dan sebaliknya, berbuat jahat terhadap orang yang berbuat jahat terhadap kita.
Tetapi, Yesus menantang kita dengan ajaran yang paling sulit. Dia mengajarkan suatu cara pandang dan sekaligus, cara hidup yang paling khas dan sulit diwujudkan.
Yesus minta agar kita mengasihi semua orang, baik yang mengasihi kita maupun yang mengganggu dan berbuat jahat terhadap kita.
Yesus berkata," Kasihilah musuh-musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kalian",(Mat 5:44).
Hanya orang yang bersikap dan bertindak demikian bisa tampil khas sebagai murid-murid Kristus.
Jika tidak, maka meskipun kita telah dibaptis dan sebut diri sebagai orang Kristen, tapi sebetulnya kita identik dengan orang-orang berdosa dan orang yang tidak kenal Allah.
Yesus mengajak kita untuk berjuang menghayati ajaran iman kita. Maka kita mesti berusaha kalahkan kesombongan dan egoisme. Kita berani merendahkan diri dan mau mengalah.
Kita belajar hidup, mencinta dan mengampuni seperti Bapa di surga. Kita berjuang menjadi sempurna seperti Bapa di surga sempurna adanya, (bdk Mat 5:48).
Karena itu, kita biarkan hati disucikan dan dikuasai oleh Roh Allah sehingga pelan-pelan kita mampu mengasihi musuh-musuh secara tulus, dan berdoa bagi orang yang menganiaya kita, seperti Kristus sendiri dari atas salib.
Semoga Tuhan Yesus memberkati kita selalu!
Kewapante, 16 Juni 2026