Pesan Inspiratif: Pertobatan, Jalan Kepada Keselamatan

Selasa, 14 Juli 2026 08:43 WIB

Penulis:Redaksi

nulene.jpg
Pater Gregor Nule SVD (Dokpri)

Oleh Pater Gregor Nule SVD

Yesus berjalan keliling sambil mewartakan Kerajaan Allah. Yesus melakukan banyak mukjizat dan tanda heran. Dan, banyak orang percaya kepadaNya dan mengikutiNya.

Yesus tidak hanya menyusuri tanah orang-orang Israel, melainkan juga tanah orang-orang kafir.

Tetapi, justeru di tanah orang-orang kafir banyak orang terbuka terhadap pengajaran Yesus dan percaya kepadaNya, kendatipun mereka tidak menyaksikan banyak mukjizat dan tanda heran.

Itulah sebabnya dalam perikop Injil Mat 11:20-24 Yesus mengungkapkan kekecewaanNya dan mengecam orang-orang Yahudi. Mereka adalah umat pilihan Allah, tetapi tidak percaya.

Sebaliknya,  justeru banyak orang kafir atau non Yahudi yang percaya kepada Yesus. Mereka bertobat dan menjadi muridNya.

Sedangkan,  orang-orang Israel dan turunan Yahudi kendatipun mendengarkan pengajaran Yesus, menyaksikan banyak mukjizat dan tanda heran, tetapi hati mereka tertutup dan tidak mau percaya. Mereka bertegar hati dan tidak bertobat.

Karena itu, Yesus mengecam kota-kota Israel kataNya, Celakalah engkau, Khorazim!  Celakalah engkau, Betsaida! Celakalah engkau Kapernaum!  Karena kejahatan mereka lebih besar dari pada Tirus,  Sidon dan Sodom, kota-kota orang kafir.

Yesus juga menegaskan bahwa orang-orang yang tidak mau bertobat dan percaya akan mendapatkan hukuman yang besar pada hari penghakiman.  Sebab Tuhan itu maha berbelas kasih, tetapi sekaligus adil.

Sebagai pengikut Yesus, kita mesti ingat bahwa satu-satunya jaminan untuk menjadi anak Allah dan selamat adalah bertobat dan percaya kepada Yesus.

Mungkin kita sudah menerima sakramen - sakramen Gereja, mengetahui secara baik isi Alkitab dan ajaran Gereja, tetapi kita tetap saja berlaku buruk, jahat, tidak adil, tidak jujur, munafik dan berbuat dosa. Kita bertindak bertentangan dengan identitas kita.

Ini berarti  kita tidak percaya kepada Yesus dan ajaranNya. Kita tetap saja tegar hati dan tidak mau bertobat. Kita akan mendapatkan hukuman yang lebih besar dari pada orang-orang lain, yang tidak mengenal Yesus Kristus dan ajaranNya.

Menjadi orang kristen karena sakramen-sakramen dan tahu banyak tentang ajaran  Yesus dan Gereja belum cukup dan tidak menjamin keselamatan.  

Sebab sebagai orang kristen dan kita  tidak hidup sesuai dengan identitas kita menjadi tanda bahwa kita tidak sungguh yakin atau percaya. Atau karena kita jahat dan tetap hidup dalam dosa.

Kita mesti membuka diri.terhadap rahmat Allah dan mau bertobat. Hanya dengan demikian kita layak memperoleh keselamatan yang ditawarkan Yesus.

Semoga Tuhan Yesus memberkati kita selalu!

Kewapante, 14 Juli 2026