Tuhan
Rabu, 19 Agustus 2026 08:11 WIB
Penulis:Redaksi

Oleh Gregor Nule, SVD
Dunia kerja atau usaha punya kriteria tertentu untuk menentukan upah. Kriteria itu bisa didasarkan pada kompetensi, ijazah, jam kerja, lamanya bekerja, atau sistem upah yang berlaku.
Akibatnya upah yang diberikan tidak sama untuk semua pekerja di sebuah perusahaan, atau perkebunan atau Toko Bangunan, atau Toko Sembako.
Perikop Injil Mat 20:1-16 melukiskan tentang seorang tuan rumah yang mencari pekerja untuk kebun anggurnya. Ia membuat kesepakatan dengan kelompok pertana yang mau bekerja dengan upah sedinar sehari.
Tetapi, tuan rumah itu keluar lagi pada jam 09, jam 12, jam 3 dan jam 5 sore, dan menemukan orang-orang yang hanya duduk saja sekedar membuang-buang waktu tanpa kerja apa pun.
Ia menawarkan kepada mereka untuk bekerja di kebun anggurnya. Mereka sepakat, tetapi tanpa bicara tentang besarnya upah.
Ketika tiba saatnya untuk membayar upah ternyata ia memberikan upah yang sama yakni satu dinar untuk semua pekerja. Ia memberikan upah mulai dari para pekerja yang masuk terakhir berturut-turut sampai kepada mereka yang masuk pertama.
Maka muncul protes dari kelompok yang masuk pertama dan bekerja sepanjang hari. Mereka menilai bahwa tuan kebun anggur bertindak tidak adil karena memberikan upah yang sama kepada semua, termasuk mereka yang hanya bekerja satu jam.
Tetapi, sebetulnya penilaian itu tidak tepat. Sebab tuan kebun anggur memberikan upah sesuai dengan kesepakatan.
Yesus ingin menyadarkan para pendengarNya dan kita sekalian untuk memahami kehendak Allah untuk menyelamatkan semua manusia, yang percaya dan mengikuti kehendakNya.
Upah adalah buah kasih dan keselamatan yang ditawarkan kepada semua orang yang berkehendak baik atau mereka yang mendengarkan panggilan Tuhan dan mau bekerja di ladang kehidupan.
Upah itu diberikan menurut perhitungan Kerajaan Surga dan bukan perhitungan dunia. Perhitungan Allah sungguh berbeda, dan bahkan bertentangan dengan perhitungan manusia.
Allah memberikan upah atas dasar kasih dan kemurahan hati, sebaliknya, manusia memberikan upah sesuai dengan kesepakatan.
Itulah sebabnya Yesus bersabda, "Demikianlah yang terakhir akan menjadi yang terdahulu, dan yang terdahulu menjadi yang terakhir", (Mat 20:16).
Semoga Tuhan Yesus memberikan kita selalu!
Kewapante, 19 Agustus 2026. ***