Yesus
Senin, 20 Juli 2026 09:39 WIB
Penulis:Redaksi

Oleh Pater Gregor Nule, SVD
Yesus hampir selalu mendengarkan permintaan atau permohonan manusia. Tetapi, permintaan orang-orang Farisi dan ahli Taurat ditolak atau tidak dilayani Yesus.
Hal tersebut ditampilkan dalam perikop Injil Mat 12:38-42. Alasan penolakan permintaan orang Farisi dan ahli Taurat adalah karena mereka ingin mencobai Yesus.
Mereka ingin mendapatkan tanda atau bukti bahwa Yesus adalah Anak Allah dan utusan dari surga. Mereka menolak dan memusuhi Yesus.
Seorang anak akan mengikuti nasihat orang tuanya. Atau, seorang siswa mengikuti permintaan gurunya. Karena mereka percaya bahwa nasihat dan permintaan mereka baik dan berguna.
Nasihat orang tua dan guru baik dan berguna bagi seorang anak atau siswa. Mereka ingin agar anak atau siswa/i berhasil dalam hidup dan proses belajar.
Tidak ada maksud tersembunyi untuk memperdaya dan menipu seorang anak atau siswa. Orang tua atau tidak mungkin membohongi anak atau siswanya.
Sebaliknya, orang-orang Farisi dan ahli Taurat tidak percaya kepada Yesus. Mereka menolak Yesus dan tidak percaya bahwa Dia adalah Mesias.
Karena itu, permintaan mereka mungkin hanya untuk mencobai Yesus atau ingin mencari bukti supaya bisa percaya. Ini bukanlah iman yang benar.
Iman yang dibangun atas dasar pembuktian, tanda atau mukjizat tidak punya akar mendalam dan tidak mungkin bertahan. Iman yang bersyarat akan mudah goyah apabila ada hambatan atau tantangan.
Yesus mengundang semua orang.umtuk datang dan percaya kepadaNya. Percaya kepada Yesus berarti berserah penuh kepadaNya dan bersedia melaksanakan ajaranNya.
Yesus tidak melakukan tanda atau.mukjizat supaya orang melihatnya dan percaya. Sebaliknya tanda atau mukjizat merupakan buah dari iman dan kepercayaan kepada Yesus.
Ketika orang sungguh percaya kepada Yesus, datang kepadaNya dan minta sesuatu kepadaNya maka Yesus berkenan mendengarkan dan mengabulkan permohonan itu.
Yesus tidak memamerkan kuasaNya sebagai Anak Allah dengan melakukan tanda heran dan mukjizat. Dengan demikian, Dia menunjukkan popularitasNya.
Yesus mengajar dan bertindak dengan penuh kuasa untuk menghadirkan Kerajaan Allah di dunia. Yesus adalah Allah yang benar.
Karena itu, sebagai orang beriman kita datang kepada Yesus karena percaya kepadaNya. Kita mohonkan sesuatu dari Yesus dengan harapan agar Yesus mengabulkan permohonan.
Ketika doa dan permohonan dikabulkan maka kita bersyukur kepada Allah. Tetapi, ketika permohonan kita sepertinya tidak dikabulkan kita pun tetap percaya kepadaNya dan berdoa. Mungkin permohonan kita tidak sesuai dengan kehendakNya.
Tetapi, suatu hal yang pasti yakni bahwa Allah tentu saja mendengarkan dan mengabulkan permohonan kita menurut kehendakNya melalui hidup kita. Mungkin kita tidak lihat atau alami sesegera mungkin. Pada waktunya kita alaminya, asalkan kita tetap percaya dan datang kepadaNya.
Semoga Tuhan memberkati kita selalu!
Kewapante, 20 Juli 2026