PWL-Mabar Tetapkan Standar Pemandu Labuan Bajo

Selasa, 24 Februari 2026 20:50 WIB

Penulis:redaksi

pwl.jpeg
Pengurus PWL-Mabar (Vian Dalang)

LABUAN BAJO (Floresku.com) - Di tengah dinamika dan tantangan pembangunan industri pariwisata di Manggarai Barat, Perkumpulan Pemandu Wisata Lokal Manggarai Barat (PWL-Mabar) resmi hadir sebagai wadah profesional yang berkomitmen memperkuat kualitas dan daya saing pemandu wisata lokal.

Hal tersebut disampaikan oleh Humas PWL-Mabar, Siprianus Pakung Pakung, di Labuan Bajo, Senin (24/2).

"Kehadiran PWL-Mabar diharapkan mampu membangun ulang tatanan kepemanduan wisata Indonesia yang berbasis di Labuan Bajo sebagai kota pariwisata internasional," Ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa organisasi ini hadir membawa semangat profesionalisme, integritas, dan daya saing global, khususnya dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

"kehadiran PWL-MABAR, Membawa harapan baru, lebih profesional, berdaya saing global segala aktifitas kepemanduan wisata di Indonesia kususnya Di Provinsi NTT," tuturnya.

Baca juga:

Organisasi yang didirikan pada 5 Februari 2026 ini telah menghimpun lebih dari 300 anggota, terdiri atas putra-putri Indonesia yang telah mengantongi sertifikasi pemandu wisata muda, madya, hingga tour leader internasional.

Dukung Penguatan SDM dan Pariwisata Berkelanjutan

Sebagai organisasi berbadan hukum resmi, PWL-Mabar berkomitmen mendukung program pemerintah daerah, provinsi, maupun pusat dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) pariwisata.

Fokus utama organisasi ini adalah membangun karakter pemandu wisata yang profesional, terpercaya, dan bertanggung jawab, baik dalam melayani wisatawan domestik maupun mancanegara.

"Kami mengusung visi Profesional, Tangguh, Terpercaya, dan Mampu Bersaing dalam Kompetisi Kepemanduan Internasiona, " tegasnya.

PWL-Mabar juga menyambut positif berbagai program Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Pemerintah Provinsi NTT, serta agenda pembangunan pariwisata berkelanjutan dari pemerintah pusat di Labuan Bajo.

Dalam landasan hukum organisasi yang tertuang dalam AD/ART dan Peraturan Organisasi (PO), PWL-Mabar memiliki cakupan operasional di tingkat nasional hingga internasional.

"Seluruh anggota akan didorong mengikuti sertifikasi berjenjang mulai dari tingkat muda, madya, hingga tour leader internasional guna memastikan standar pelayanan yang selaras dengan kebutuhan industri global," jelas Siprianus.

Ia juga berharap dukungan dari lembaga pemerintah dalam proses sertifikasi kompetensi terhadap semua pemandu wisata yang tergabung dalam PKL-Mabar.

"Kita berharap dukungan dari Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) serta pemerintah pusat untuk menghadirkan pelatihan dan sertifikasi berlisensi nasional melalui lembaga sertifikasi resmi seperti BNSP/LSP" Tendesnya.

Kehadiran PWL-Mabar dinilai menjadi kekuatan baru dalam mendorong putra-putri daerah tampil sebagai duta pariwisata bangsa di kancah internasional.

Dengan kompetensi yang terstandar dan dukungan kelembagaan yang kuat, organisasi ini optimistis mampu berkontribusi dalam meningkatkan citra pariwisata Manggarai Barat dan Indonesia secara keseluruhan.

"Di tengah pesatnya pertumbuhan pariwisata di Labuan Bajo, PWL-Mabar menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis pemerintah dan pelaku industri dalam mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing global," tutup nya. (Oktavianus Dalang) ***