SENDAL SERIBU, Jumat, 13 Januari 2023: Menjadi Saluran kasih Allah

Jumat, 13 Januari 2023 10:19 WIB

Penulis:redaksi

Editor:redaksi

ryano tagung.JPG
RD Ryano Tagung (Dokpri)

SAPA PAGI DARI RENUNGAN HARIAN KATOLIK
SENDAL SERIBU;Setetes Embun Sabda Allah Selalu Memberi Inspirasi Baru

JUMAT, 13 JANUARI 2023, HARI BIASA, PEKAN BIASA I
Mrk. 2:1-12 , [Thn. VI-SS/13/1/2023]
Pastor Riano Tagung, Pr
Marilah kita berdoa:  YESUS syukur berlimpah atas setiap rahamt dan cintaMu yang selalu mengalir di dalam hidupku hari demi hari. Tak KAU pandang siapa aku ini, KasihMu senantiasa menyambut aku dan mengijinkan aku untuk tinggal dalam dekapan kasihMU. Alirkanlah selalu rahmat dan kasihMu, agar aku semakin menyadari bahwa hidupku ini sepenuhnya hanya berasal dari Kasih IlahiMu, kini dan sepanjang segala masa,  Amin

Injil Markus 2:1-12
Selang beberapa hari sesudah Yesus datang ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak. 

Sementara Yesus memberitakan sabda kepada mereka, beberapa orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. 

Tetapi mereka tidak dapat membawanya ke hadapan Yesus karena orang banyak itu. Maka mereka membuka atap yang di atas Yesus. 

Sesudah atap itu terbuka, mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Melihat iman mereka, berkatalah Yesus kepada orang lumpuh itu, "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!" 

Tetapi di situ duduk juga beberapa ahli Taurat. Mereka berpikir dalam hati, "Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah! Siapa yang dapat mengampuni dosa selain Allah sendiri?" 

Tetapi Yesus langsung tahu dalam hati-Nya bahwa mereka berpikir demikian; maka Ia berkata kepada mereka, "Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? 

Manakah lebih mudah: mengatakan kepada orang lumpuh itu 'Dosamu sudah diampuni', atau mengatakan 'Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan?'?

Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa," - lalu berkatalah Yesus kepada orang lumpuh itu -: "Kepadamu Kukatakan: bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" 

Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu. Mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: "Yang seperti ini belum pernah kita lihat!"

Yesus menyembuhkan orang yang sakit lumpuh (Sumber: My Catholic Life).

MENJADI SALURAN KASIH ALLAH!
RD. Ryano Tagung

Kita perlu senantiasa rendah hati dan terbuka terhadap kuasa Tuhan dalam hidup kita, sebab Penyelenggaraan Ilahi itu selalu mengalir tiada pernah berhenti. Paus Fransiskus

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih
Kita dipanggil untuk hidup bersama dengan yang lain. Sebagai orang beriman, hadirnya kita di tengah keluarga, sesama dan di mana saja kita berada adalah untuk membawa orang lain mengalami perjumpaan dengan KASIH ALLAH. 

Akan ada banyak cara yang bisa kita tempuh agar hadirku menjadi tanda KASIH ALLAH yang mendatangkan kebaikan dan sukacita bagi sesama. 

Tidak mudah di zaman yang serba modern ini untuk menjadi gembala bagi sesama. Kita akan mudah terjebak pada sikap ingat diri, cuek/ masa bodoh dan ego yang tinggi sampai mengabaikan orang lain yang ada disekitar kita. 

HP bukan lagi menjadi sarana mendekatkan yang jauh, yang tak terjangkau oleh mata dan  tangan, HP kini, menjauhkan yang dekat, menjauhkan kita dari suasana kekeluargaan, menjauhkan kita dari relasi pribadi dengan sesama di sekitar kita. 

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih
Hari ini kita melihat kisah YESUS yang menyembuhkan seorang yang sakit lumpuh. Si lumpuh mengalami KASIH ALLAH, berkat kaki-kaki orang yang ada disekitarnya, yang berusaha membongkar atap rumah dan menurunkannya dari sana sehingga dia bisa berjumpa dan mengalami sendiri KASIH ALLAH dalam DIRI YESUS. 

HARI ini kita dipanggil untuk menjadi orang-orang yang berani mengusung “orang sakit” di sekitar kita. mereka yang kurang mengalami kasih sayang, mereka yang diabaikan, mereka yang kesepian, untuk berjumpa dan mengalami KASIH YESUS yang sungguh indah dan luar biasa. 

Meskipun demikian, usaha kita harus diimbangi dengan kesediaan dari orang lain untuk mengalami kasih Yesus itu sendiri. Sekuat dan sebanyak mungkin orang yang bersedia mengusung si lumpuh, tetapi jika si lumpuh sendiri tidak mau untuk berjumpa dengan YESUS maka, semua usaha sia-sia. 

Demikian halnya usaha kita untuk menjadi saudara, gembala bagi sesama. Segala usaha kita tidak akan berhasil guna bila tidak ada niat dalam diri “orang sakit” untuk berjumpa dan mengalami kasih YESUS. 

Karena itu, miliki sebuah Kesadaran dan kerinduan akan belas kasih ALLAH yang akan mendorong “orang sakit” untuk berjumpa dan mengalami kasih YESUS. 

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih
Kita bisa menjadi salah satu dari empat orang yang menggotong si lumpuh dan kita juga bisa menjadi si lumpuh itu yang rindu akan belas kasih ALLAH. 

Kalau saat ini kita adalah salah satu dari empat orang itu, teruslah berbuat baik, jangan pernah ada kata lelah untuk berbuat bagi sesama. Teruslah menjadi sarana belas kasih ALLAH di dalam keluarga, lingkungan kerja dan dimana saja kita berada. 

Kalau kita adalah si lumpuh itu, si lumpuh yang berat untuk melangkahkan kaki ke gereja; menolong sesama, maka buka hati kita saat ini, biarkan ROH KUDUS ALLAH mengisi hati kita, menggerakan hati kita sehingga kita mau membiarkan diri dituntun kasihNYA dan mengalami kesembuhan dariNYA. 
Dio Ti Benedica
Marilah kita berdoa: Tuhan kami bersyukur atas rahmat dan kasihMudalam hidup kami. Semoga kami selalu terbukan pada karuniaMu sehingga kami bertumbuh, berkembang dan berbuah menjadi seperti yang Engkau mau. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami, amin. ***