Tahun Ini Sebanyak 98 PMI Asal NTT Meninggal di Luar Negeri, Hanya 1 Punya Dokumen Lengkap

Jumat, 01 Oktober 2021 16:31 WIB

Penulis:redaksi

Editor:Redaksi

bmpt ntt.JPG
Pemulangan PMI asal NTT (www. bp2mi.go.id (25/9))

KUPANG (Floresku.com) - Sejak 2018 hingga 2021 jumlah pekerja migran asal Nusa Tenggara Timur (NTT), yang meninggal di luar negeri cenderung tingi.  Tahun 2021, dalam rentang waktu sembilan bulan, yakni Januari hingga September, terdapat 98 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal  NTT meninggal di luar negeri. 

Jumlah tersebut tak jauh berbeda dari angka kematian PMI  asal NTT tahun 2019 dan 2018.  Pada 2019,  Badan Penempatan, Perlindungan dan Pengawasan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI)  Provinsi NTT menyebutkan 119 pekerja migran asal NTT telah meninggal dunia. 

Sebelumnya, dalam rentang waktu antara 1 Januari hingga 15 Desember 2018, NTT  telah mendapat kiriman 100 jenazah PMI, sebagian besar meninggal dunia di Malaysia. 

Menurut keterangan Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) NTT, Maria Hingi, jenazah ke-100 atas nama Margareta Bait, asal Desa Kiuoni, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang.tiba di Terminal Kargo Bandara Eltari Kupang, Sabtu, 15 Desember 2018.

“Data BP3TKI Kupang menyebut 99 orang, tetapi berdasarkan catatan SBMI NTT, dari Januari hingga 15 Desember 2018 sudah 100 jenazah,” kata Maria sebagaimana dikutip LiputanBMI.com, Rabu (19/12).

Tidak diketahui, data PMI yang meninggal selama 2020.

Maria Hingi (baju putih) ketika ikut menjemput jenazah PMI NTT pada 24 September 2018 lalu (Foto: Maria Hinggi/LiputanBMI.com)

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT)  Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kupang Siwa mengatakan, dari 98 PMI tersebut, hanya satu orang yang memiliki dokumen lengkap.

"Sebagian besar PMI yang meninggal itu nonprosedural atau tidak memiliki dokumen kerja yang sah," ujar Siwa, sebagaimana dilansir Kompas.com, Kamis (30/9/2021). 

Siwa memerinci, dari 98 PMI yang meninggal tersebut, 95 di antaranya berkerja di Malaysia. Sedangkan tiga orang bekerja di Taiwan, Brunei Darussalam, dan Jerman. "Hanya satu PMI yang memiliki dokumen yang sah, yakni PMI yang bekerja di Jerman," ujar Siwa.

Berdasarkan data yang diperoleh, lanjut Siwa, jumlah PMI yang meninggal paling banyak berasal dari Kabupaten Timor Tengah Selatan yakni 17 orang. 

Kemudian, Kabupaten Malaka 15 orang, Kabupaten Flores Timur 11 orang, Kabupaten Kupang delapan orang, Kabupaten Ende tujuh orang, Kabupaten Timor Tengah Utara enam orang. Selanjutnya, Kabupaten Manggarai dan Belu masing-masing empat orang. Kemudian, Kabupaten Lembata, Kabupaten Ngada,Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Sumba Barat, masing-masing tiga orang. 

Kota Kupang, Kabupaten Sikka, Kabupaten Rote Ndao dan Sumba Timur, Manggarai Timur, masing-masing dua orang. Kemudian, Kabupaten Sabu Raijua Kabupaten Alor dan Sumba Barat Daya masing-masing satu orang. "Mereka yang meninggal di Malaysia itu penyebabnya karena sakit dan kecelakaan," kata Siwa. 

Siwa menyebutkan, sebagian besar PMI yang meninggal adalah laki-laki, dengan jumlah 68 orang. Sedangkan PMI perempuan 30 orang. 

"Semua PMI itu sudah dipulangkan ke kampung halamannya dan difasilitasi oleh BP2MI Kupang," ujar dia

Pemulangan PMI

Akhir pekan lalu UPT Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI)  Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), hari ini kembali memfasilitasi pemulangan lanjutan 10 Pekerja Migran Indonesia (PMI) Terkendala ke kabupaten asalnya di Kabupaten Timor Tengah Selatan.

"Para PMI ini merupakan bagian dari 22 PMI Terkendala yang dipulangkan oleh UPT BP2MI Nunukan dengan Kapal KM Lambelu dan turun di Larantuka, Rabu (22/9/2021) dan Jumat (24/9/2021) dipulangkan dari Larantuka  ke Kupang oleh Petugas Pos Pelayan BP2MI Maumere dengan Kapal Ferry KMP Ranaka, delapan orang di antaranya diserahkan kepada pihak Dinas Tenagar Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi NTT bersama keluarga yang menjemput," kata Siwa, Kepala UPT BP2MI Wilayah NTT sebagaiman ditulis situs[MLA21]  . bp2mi.go.id (25/9).

Lanjut lanjut Siwa memaparkan, dengan demikian total pemulangan lanjutan yang difasilitasi oleh UPT BP2MI NTT dalaperiode Januari hingga tanggal 25 September 2021 adalah sebanyak 495 orang yang hampir semuanya berangkat secara non-prosedural. (NDA)