TP PKK Sikka Gelar Trauma Healing bagi Anak Korban Gempa

Rabu, 19 Agustus 2026 08:48 WIB

Penulis:Redaksi

kunjung.jpg
Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sikka memberikan perhatian khusus kepada anak-anak terdampak gempa bumi melalui kegiatan trauma healing di lokasi pengungsian. (Sillvia)

MAUMERE (Floresku.com)— Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sikka memberikan perhatian khusus kepada anak-anak terdampak gempa bumi melalui kegiatan trauma healing di lokasi pengungsian.

Kegiatan tersebut digelar Selasa, 18 Agustus 2026, dan dipusatkan di salah satu camp pengungsian mandiri warga yang berada di SDI Wairklau, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka.

Kegiatan dipimpin langsung Ketua TP PKK Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago, yang juga merupakan istri Bupati Sikka.

Kehadiran TP PKK di tengah anak-anak pengungsi menjadi bentuk kepedulian sekaligus dukungan moril bagi mereka yang mengalami dampak psikologis setelah gempa bumi.

Anak Diajak Bermain dan Bernyanyi

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak bermain, bernyanyi, berinteraksi, serta mengikuti berbagai aktivitas yang menyenangkan dan edukatif.

Suasana dibuat penuh keceriaan agar anak-anak dapat sejenak mengalihkan rasa takut dan kecemasan yang muncul setelah mengalami gempa.

Ny. Fista Sambuari Kago mengatakan, penanganan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan logistik, makanan, tempat tinggal, dan kesehatan fisik.

Baca juga:

Menurutnya, kondisi psikologis anak-anak juga harus menjadi perhatian serius dalam proses pemulihan pascabencana.

“Anak-anak membutuhkan rasa aman, perhatian dan suasana yang menyenangkan. Melalui kegiatan trauma healing ini, kami ingin memberikan penguatan kepada mereka agar tetap ceria, merasa diperhatikan dan perlahan dapat menghilangkan rasa takut akibat bencana,” ujarnya.

Anak-Anak Membutuhkan Rasa Aman

Fista menjelaskan, anak-anak merupakan kelompok yang membutuhkan perhatian khusus dalam situasi bencana.

Pengalaman menghadapi guncangan gempa, suara gemuruh, kerusakan rumah maupun fasilitas umum, hingga harus tinggal di pengungsian dapat menimbulkan ketakutan dan trauma.

Karena itu, pendampingan psikososial diperlukan agar anak-anak dapat kembali merasa aman dan mampu mengekspresikan diri secara positif.

Ia menambahkan, TP PKK Kabupaten Sikka akan terus mengambil bagian dalam penanganan dampak bencana, khususnya memberikan dukungan kepada keluarga dan anak-anak yang berada di lokasi pengungsian.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi TP PKK untuk membangun kedekatan dengan masyarakat terdampak serta mendengarkan berbagai kebutuhan warga selama berada di pengungsian.

Bagi anak-anak, kegiatan trauma healing menjadi ruang untuk kembali bermain dan berekspresi secara bebas di tengah situasi bencana yang masih mereka hadapi.

Pemulihan Harus Menyeluruh

Pemerintah Kabupaten Sikka bersama berbagai unsur terkait terus melakukan penanganan terhadap masyarakat terdampak gempa bumi.

Penanganan tersebut mencakup distribusi bantuan, pelayanan kesehatan, pendataan kerusakan, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga pendampingan psikososial.

Kehadiran TP PKK Kabupaten Sikka dalam kegiatan trauma healing menegaskan bahwa pemulihan pascabencana harus dilakukan secara menyeluruh.

Pemulihan tidak sekadar membangun kembali rumah dan fasilitas yang rusak, tetapi juga memulihkan semangat, rasa aman, dan harapan masyarakat.

Terlebih bagi anak-anak, dukungan psikologis menjadi bagian penting agar mereka dapat melewati pengalaman bencana dan kembali menjalani kehidupan dengan penuh optimisme sebagai generasi penerus Kabupaten Sikka.