YESUS KRISTUS, SANG GEMBALA YANG BAIK

Sabtu, 25 April 2026 17:12 WIB

Penulis:Redaksi

gregor nule.jpg
Pater Gregor Nule SVD (Dokpri)

HOMILI, Minggu IVA: Pinggu Panggilan, Kis 2:14.36-41;1Petr 2:20-25; Yoh 10:1-10.

Oleh: Pater Gregor Nule, SVD

Kisah para Rasul melukiskan tentang buah dari iman akan Yesus yang bangkit, yang dialami para rasul setelah peristiwa Pentakosta. Iman  membuat mereka hidup dengan semangat beriman dan komitmen baru. 

Mereka juga mengalami keindahan dan kenyamanan hidup  bersama di antara mereka.

Karena itu, Petrus mengajak orang-orang Yahudi kala itu untuk  boleh memiliki pengalaman yang sama   dengan mengimani dan mengikuti jalan hidup yang telah ditunjukkan Yesus Kristus.  

Syaratnya adalah bertobat dan bersedia dibaptis. Petrus berkata, “Bertobatlah, dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu maka kamu akan menerima karunia Rohkudus”, (Kis 2: 38).

Menurut Petrus bertobat tidak hanya berarti mengubah hidup karena merasa tertarik pada ajaran Tuhan. Tetapi, pertobatan yang benar menuntut perubahan pikiran, sikap dan tingkah laku. 

Artinya kita mesti sungguh-sungguh berubah  menjadi manusia baru yang memiliki pikiran, hati dan tingkah laku yang baik dan benar, yang sungguh berkenan di mata Allah dan manusia.  

Sedangkan dalam Injil hari ini Yesus menyatakan Diri  sebagai Pintu bagi domba-domba. Yesus berkata, “Akulah  pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan diselamatkan. Ia akan masuk dan ke luar, serta akan menemukan padang rumput”, (Yoh 10:9).

Warta Yesus ini  menjadi undangan bagi setiap orang yang mau mendengarkan Sabda-Nya agar datang kepada-Nya untuk  ikut menikmati rahmat keselamatan yang ditawarkanNya. 

Bagi orang beriman, Yesus bukan hanya seorang Gembala yang menjaga, mengawal, mengasuh, membimbing dan melindungi, tetapi terutama sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Karena itu, hidup dalam persekutuan dengan Yesus kita akan mengalami ketenangan, kedamaian dan keselamatan.

Apa pesan bacaan suci hari untuk kita saat ini.

Pertama, warta Petrus tentang pertobatan hendaknya membuka mata dan pikiran kita untuk melihat peristiwa-peristiwa penting dalam hidup sehari-hari sebagai jalan benar guna menjernihkan dan memurnikan hati, pikiran dan diri kita. 

Jika selama ini ada sesuatu yang tidak beres di antara kita, dalam keluarga, komunitas biara, paroki dan dalam masyarakat maka kita perlu bertobat dan membarui hati kita.

Sangat penting  kita ikuti ajakan Santo Petrus  untuk kembali kepada Kristus yang adalah  Pintu Utama hidup kita dan  Pemelihara Jiwa kita. 

Kata Petrus,“Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetap sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu”, (1Pet 2:25).

Kita perlu melihat diri kita saat ini sebagai domba yang rapuh, lemah, suka kepala batu, main hakim sendiri dan nakal. Kita butuhkan  rahmat pertobatan dan pembaharuan dari  Yesus Kristus, sang Gembala Agung.

Kedua, Yesus disebut Gembala yang baik karena Ia bersedia dan telah berjuang mati-matian mengorbankan segala-galanya untuk kepentingan dombaNya.

 Ia juga berusaha menyelamatkan dan menghidupi domba-domba-Nya sehingga mereka tidak menderita dan hidup berkekurangan. Hanya bersatu dan bersama dengan Yesus kita hidup dalam kelimpahan.

Ketiga, Allah menghendaki kita agar melanjutkan karya kegembalaan Yesus dalam hidup sehari-hari di dalam keluarga, komunitas biara, kantor, sekolah, masyarakat dan paroki.

Maka ada dua tawaran, entah mau menjadi gembala yang baik, atau  menjadi pencuri dan perampok.

Jika kita memilih menjadi  gembala dan pemimpin yang baik, maka kita mesti hidup baik dan benar bagi orang-orang yang dipercayakan kepada kita. Kita mengajar dengan kata-kata, sikap dan perbuatan nyata. 

Atau, mengajar dengan teladan hidup. Kita ikuti nasehat santo Petrus: tidak berbuat dosa, tidak menipu, tidak mencaci-maki, tidak kasar dan tidak mengancam atau mengutuk  orang lain.

Atau sebaliknya, kita mau menjadi tipe gembala dan pemimpin yang hidup seperti pencuri dan perampok. Seorang pencuri dan perampok hanya bekerja untuk kepentingan dan kebaikan sendiri. 

Ia mencuri, merampok, merusak, membunuh dan membinasakan. Ia bisa buat apa saja, asalkan keinginannya tercapai. Kata-katanya bisa saja manis, tetapi sikap dan perbuatannya sangat jahat dan memuakkan.

Ia mencuri barang milik orang lain. Membinasakan hidup orang lain. Ia menipu, membalas dendam, mencaci maki dan mengancam kalau mengalami hambatan, tantangan dan kesulitan dalam mengusahakan rencana dan keinginannya. Ia menggunakan cara-cara yang tidak jujur dan tidak wajar untuk mencapai tujuannya.

Sebagai pengikut Kristus sejati, kita hendaknya mengikuti Yesus Kristus, sang Gembala utama. Artinya, kita mau hidup seperti Dia dan bersedia diubah olehNya. Kita berusaha menjadi gembala dan pemimpin yang baik bagi orang lain di sekitar kita. 

Kita pasrahkan diri dan hidup demi kepentingan dan kebaikan sesama, tanpa syarat dan menuntut balasan apa pun.

Kita juga berusaha menjadi domba yang baik, taat dan setia. Bukan domba yang nakal suka membangkang dan mudah hilang. Kita mau bertobat dan kembali ke dalam rangkulan Yesus, sang Gembala agung.

Semoga Yesus, sang Gembala yang baik menuntun, melindungi dan memberkati kita dalam hidup kita sehari-hari. Amen.

Kewapante, Minggu, 26 April 2026.***