Yesus
Jumat, 06 Februari 2026 22:25 WIB
Penulis:redaksi

Oleh: Pater Gregor Nule, SVD
Ketika para murid selesai melaksanakan tugas perutusan mereka dengan baik, Yesus minta mereka untuk mencari tempat yang aman untuk beristirahat sejenak.
Yesus berkata kepada mereka,"Marilah menyendiri ke tempat yang terpencil, dan beristirahatlah sejenak",( Mrk 6:31). Karena memang ada banyak kegiatan dan banyak orang yang mesti dilayani.
Tetapi, ketika Yesus dan murid-muridNya sampai di tempat yang dituju sudah ada banyak orang menanti mereka. Maka niat untuk beristirahat dibatalkan.
Hati Yesus tergerak oleh belaskasihan terhadap orang banyak itu maka ia mulai mengajar mereka tentang banyak hal.
Artinya, niat untuk beristirahat dibatalkan. Yesus mengutamakan orang-orang yang mencariNya, lalu Ia mulai mengajar mereka untuk memenuhi harapan dan keinginan mereka.
Sebagai pengikut Yesus, kita pun sering melaksanakan banyak kegiatan dan melayani banyak orang. Seiring juga kita berniat untuk beristirahat.
Tetapi, terkadang muncul kebutuhan-kebutuhan tak terduga yang menuntut perhatian dan uluran tangan. Ada pelayanan yang tidak bisa ditunda dan mesti kita lakukannya.
Misalnya orang sakit parah yang butuhkan pelayanan segera. Maka seperti Yesus kita mesti batalkan rencana beristirahat dan segera melayani orang sakit itu.
Seorang pengikut Yesus sejati mesti mengutamakan.kepentingan umat dan orang yang sungguh membutuhkan.
Kita mesti bersikap bijaksana. Kita tidak boleh ingat diri. Ketika kita memberikan diri dan waktu untuk melayani orang yang sungguh membutuhkan kita, maka Tuhan akan menunjukkan jalan dan memberikan berkat serta kekuatan yang sungguh kita butuhkan.
Tuhan tidak pernah membiarkan orang yang setia kepadaNya. Tuhan memberkati orang yang bekerja dan melayani dengan sukarela dan penuh cinta. Kalau kita melayani dengan hati maka Tuhan pasti menyelenggarakan dan memberkati pekerjaan kita.
Semoga Tuhan memberkati kita selalu!
Kewapante, 07 Februari 2026