Kamis, 07 Mei 2026 19:43 WIB
Penulis:Redaksi
Editor:Redaksi

JAKARTA (Floresku.com) – Industri asuransi umum di Indonesia masih menunjukkan tren pertumbuhan positif meski belum terlalu agresif.
Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), total premi asuransi umum pada 2025 mencapai sekitar Rp120 triliun atau tumbuh 2,7 persen dibanding tahun sebelumnya.
Namun, tingkat penetrasi asuransi yang masih berada di kisaran 0,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menandakan bahwa pemanfaatan asuransi di masyarakat belum optimal.
Di tengah kondisi tersebut, konsumen kini semakin selektif dalam memilih produk asuransi. Platform marketplace digital asuransi, ZenInsure, melihat adanya perubahan perilaku konsumen yang menuntut transparansi, kejelasan manfaat, serta kepastian dalam proses klaim.
Berdasarkan data internal ZenInsure dari puluhan ribu pengguna, mayoritas konsumen membandingkan beberapa produk sebelum membeli polis.
Baca juga:
Rata-rata pengguna membandingkan hingga tiga penawaran, sementara empat dari lima pengguna mengevaluasi lebih dari satu produk sebelum menentukan pilihan.
Selain harga premi, konsumen kini juga memperhatikan cakupan perlindungan, jaringan bengkel atau rumah sakit rekanan, metode pembayaran, kecepatan penerbitan polis, hingga kemudahan pengajuan klaim.
“Sejak awal, kami melihat bahwa yang dibutuhkan pengguna bukan hanya banyaknya pilihan, tetapi juga kemudahan memahami informasi dan kepastian saat klaim. Karena itu, ZenInsure dibangun sebagai marketplace yang tidak hanya membantu membandingkan produk, tetapi juga mendampingi pengguna melalui layanan Claim Support khusus,” ujar Country Head ZenInsure Indonesia, I Ketut Adi Putra Kusnadi.
Ia mengatakan, pendekatan tersebut turut mendorong pertumbuhan bisnis ZenInsure lebih dari tiga kali lipat pada kuartal pertama 2026 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Dalam dua tahun terakhir, ZenInsure mencatat tingkat keberhasilan klaim mencapai 93,13 persen dengan rata-rata waktu pemrosesan sekitar tiga hari. Angka ini dinilai lebih cepat dibanding rata-rata industri yang berada di kisaran lima hari.
Di sektor asuransi kesehatan, kebutuhan perlindungan dinilai tetap tinggi, baik bagi individu maupun perusahaan. Namun, industri menghadapi tantangan berupa inflasi medis yang mencapai 13,6 persen pada 2025 sehingga berdampak pada penyesuaian premi.
President Director Asuransi Reliance Indonesia, Pepe Arinata, mengatakan masyarakat kini semakin memperhatikan nilai manfaat dari perlindungan yang dipilih.
“Konsumen semakin selektif dan lebih memperhatikan value for money dari perlindungan yang mereka pilih. Karena itu, solusi asuransi kini tidak hanya fokus pada perlindungan saat sakit, tetapi juga aspek preventif seperti wellness yang semakin diminati,” katanya.
Sementara itu, pada sektor asuransi kendaraan, tren pertumbuhan juga terlihat signifikan, termasuk pada kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Penjualan asuransi kendaraan listrik melalui ZenInsure pada kuartal pertama 2026 tercatat tumbuh lima kali lipat secara tahunan.
Senior Executive Vice President Zurich Asuransi Indonesia, Sukma Darman, menilai kebutuhan konsumen terus berubah sehingga industri harus mampu menghadirkan produk yang relevan dan inovatif.
“Penting bagi industri untuk terus berinovasi dan menghadirkan produk yang sesuai kebutuhan nasabah. Kemitraan dengan marketplace seperti ZenInsure membantu kami memahami insight konsumen dengan lebih baik,” ujarnya.
ZenInsure sendiri merupakan platform insurtech hasil kolaborasi OTO.com by CarDekho SEA dan PT Sinergi Adi Utama Insurance Brokers. Saat ini, perusahaan tersebut bermitra dengan lebih dari 30 perusahaan asuransi di Indonesia dan menyediakan layanan perlindungan kendaraan, kesehatan, properti, perjalanan, hingga kargo. (SP-Sandra). ***