Menag Dorong Ormas Perkuat Ekonomi Syariah
redaksi - Senin, 02 Maret 2026 22:55
Menag beserta jajaran Lakpesdam PBNU bahas program pengembangan ekonomi syariah, transformasi pesantren, serta pencegahan masalah sosial untuk umat di Jakarta, Senin, (2/3/2026) (sumber: Kemenag.go.id)JAKARTA (Floresku.com) — Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan untuk memperkuat peran strategisnya dalam pengembangan ekonomi syariah, transformasi pesantren, serta pencegahan berbagai persoalan sosial umat.
Pesan tersebut disampaikan Menag saat menerima jajaran Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia PBNU (Lakpesdam PBNU) di Jakarta, Senin (2/3).
Pertemuan itu turut dihadiri Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin serta sejumlah pengurus Lakpesdam, termasuk Direktur Eksekutif Asrul Raman.
Dalam arahannya, Menag menegaskan bahwa dinamika ekonomi modern menuntut pendekatan lintas disiplin yang komprehensif. Menurutnya, penguatan ekonomi umat tidak cukup hanya bertumpu pada fikih muamalah, tetapi juga perlu didukung keilmuan perbankan syariah dan ekonomi Islam.
“Ketika mengikuti dunia perekonomian modern tidak bisa diselesaikan dengan fikih muamalah saja, tapi juga dengan ilmu perbankan syariah dan ekonomi Islam. Bukan berarti kita meninggalkan muamalah,” ujarnya.
Baca juga:
- Menag Pimpin Doa Pemakaman Try Sutrisno
- Peresmian KSP Kopdit Suka Damai Perkuat Ekonomi Masyarakat
- Di Nangalili, Mgr Maksi Disambut Hangat Secara Lintas Iman
Menag juga menekankan pentingnya profesionalisme dalam menjalankan program pemberdayaan. Ia mengingatkan agar inovasi yang dilakukan tetap terarah dan tidak sekadar mengikuti arus.
Dalam kesempatan itu, Nasaruddin mengungkapkan rencana pembentukan Lembaga Pemberdayaan Dana Umat (LPDU). Lembaga ini dirancang untuk mengintegrasikan pengelolaan zakat, wakaf, infak, hingga kurban dalam satu sistem koordinasi yang lebih efektif.
“Ke depan, zakat, wakaf, infak, hingga kurban akan berada di bawah satu lembaga pemberdayaan umat,” jelasnya.
Sementara itu, Asrul Raman memaparkan sejumlah program Lakpesdam, termasuk kolaborasi Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin (Bimwincatin) dan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di enam kabupaten. Ia berharap ada penguatan kerja sama dengan Direktorat Bimas Islam dan bimas agama lainnya untuk memperluas pencegahan perkawinan anak serta penyelarasan modul pelatihan.
Lakpesdam juga mendorong transformasi pesantren agar berkembang sebagai ekosistem ekonomi syariah serta memperkuat implementasi ekoteologi berbasis kolaborasi dengan agamawan lokal.
Menag menegaskan, ormas besar seperti NU harus mampu mencetak kader dan SDM unggul agar siap menjawab tantangan sosial dan ekonomi di masa depan.

