Kapal Wisata 'Noah Komodo' Hilang Kendali di Perairan Pulau Sebayur Manggarai Barat

redaksi - Jumat, 04 Maret 2022 12:11
Kapal Wisata 'Noah Komodo' Hilang Kendali di Perairan Pulau Sebayur Manggarai BaratTim Basarnas Kabupaten Manggarai Barat menuju lokasi Kapal Wista Noah Komodo yang kehilangan kendali. (sumber: Isitmewa)

LABUAN BAJO (Floresku.com) - Kapal Wisata Noah Komodo mengalami trouble  atau masalah kehilangan kendali di perairan Pulau Sebayur Labuan Bajo, Desa Pasir Putih, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

Terhadap kejadian itu, Tim SAR gabungan Polres Manggarai Barat (Mabar), Pol Airud Baharkam Polri dan Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) beserta Syahbandar Labuan Bajo bergerak cepat mengevakuasi kapal tersebut, Rabu, 02 Maret 2022.

Kapal wisata Noah Komodo yang di nahkodai oleh Yadin mengangkut wisatawan lokal sebanyak 20 orang, mengalami trauble akibat patah kemudi dan mesin kapal mati total setelah dalam perjalanan melakukan trip di dalam Kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) sejak 28 Februari 2022.

Evakuasi terhadap 20 orang, wisatawan, crew kapal dan guide tersebut dilakukan oleh tim SAR gabungan menggunakan speed boat milik Basarnas Labuan Bajo.

Diberitakan sekira pukul 14.00 Wita semua crew, wisatawan dan guide di evakuasi ke Labuan Bajo dalam keadaan selamat.

Sedangkan Kapal Wisata Noah Komodo di evakuasi (ditarik) menggunakan KP. KRESNA milik Pol Airud Baharkam Polri ke Labuan Bajo.

Kapolres Manggarai Barat AKBP Felli Hermanto, S. I. K., M. Si membenarkan kejadian tersebut.

“Benar, ada Kapal Wisata trauble di perairan Pulau Sebayur, sudah ada upaya dari tim SAR gabungan untuk mengevakuasi semua penumpang dan crew, semuanya selamat", Ujarnya.

Mantan Kapolres Rote itu memberikan apresiasi kepada semua tim yang ikut terlibat dalam proses evakuasi yang berjalan dengan cepat dan aman.

Kapolres Mabar mengharapkan kepada para pemilik Kapal Wisata agar senantiasa melakukan pengecekan terhadap kondisi fisik kapal maupun perangkat lainya sebelum berlayar, sehingga tidak lagi terjadi peristiwa seperti ini.

“Sebelum berlayar terlebih dahulu dilakukan pengecekan secara menyeluruh kondisi kapal", tegas AKBP Felli. (Tedy N.)

Editor: redaksi

RELATED NEWS