Terkait Video 'Penampakan Tuhan Yesus' di Gereja St Klaus Kuwu, Begini Klarifikasi RD Gebi Harim dan RD Yos Somar

redaksi - Rabu, 20 April 2022 08:02
Terkait Video 'Penampakan Tuhan Yesus' di Gereja St Klaus Kuwu,  Begini Klarifikasi RD Gebi Harim dan RD Yos SomarGambar Yesus di dalam Gereja St Klaus Kuwu (kiri), potongan video reka ulang oleh Jivansi Helmut membuktikan adanya pantulan ga,bar dari dalam gereja (tengah), dan potongan video seseorang mengklaim adanya penampakan (kanan). (sumber: Jivansi Helmut)

RUTENG (Floresku.com) - Di tengah suasana Paskah dan kegiatan Novena Kerahiman Ilahi yang digelar di Paroki St. Klaus Kuwu, umat Paroki St. Klaus dan peserta Novena serta pengguna media sosial dihebohkan dengan beredarnya video tentang penampakan sosok Tuhan Yesus di Gereja Paroki St. Klaus Kuwu.

Umat Paroki St Klaus Kuwu  pada Misa Hari-5 Novena Kerahiman Ilahi Tahun 2022 (Sumber: youtube.com).

Penelusuran media ini, video yang berdurasi 16 detik tersebut tampaknya menuai aneka komentar dan  pertanyaan dari umat Paroki St Klaus Kuwu.

Bahkan, para pengguna media sosial juga tidak ketinggalan dalam memberikan argumen dan mengunggah video yang ada tersebut dengan caption yang beraneka ragam.

Klarifikasi Pastor ParokiSt Klaus, Kuwu

Merespon hal tersebut, RD Gabriel Harim selaku Pastor Paroki St. Klaus Kuwu yang juga adalah panitia Novena Kerahiman Ilahi secara resmi memberikan klarifikasi via gawainya, pada Selasa 19 April 2022.

Melalui pesan teks yang diterima jurnalis media ini, RD Gabriel Harim menulis  bahwa tentang viralnya video tentang ‘penampakan Yesus’ di Gereja Kuwu,  Pastor paroki dan Panitia Novena Kerahiman Ilahi memberikan klarifikasi sebagai berikut:

Pertama, biasanya gereja Katolik tidak terlalu cepat menilai sesuatu sebagai penampakan yang Ilahi atau Bunda Maria atau Tuhan Yesus.  Kalaupun ada, tulis RD Gebi, pihak yang mengalami penampakan itu mesti diteliti kondisi psikologisnya.

Kedua, penampakan itu lazimnya tidak dialami oleh semua atau banyak orang, melainkan hanya kepada orang tertentu. Kalau hal itu bisa dilihat semua orang dan ditangkap oleh alat komunikasi, jangan sampai itu hanya fenomena alam yang disebut fenomema aurora.

Ketiga, mengutip penyampaian Romo Yos Somar dalam misa hari kelima novena hari ini (Selasa, 19 April 2022)  bahwa yang terjadi kemarin di Gereja Kuwu bukan penampakan tetapi itu adalah pantulan  dari gambar Yesus yang bangkit yang ada dalam Gereja Kuwu.

Dengan demikian, lanjut RD Gebi dalam pesan teksnya, semua multi tafsir tentang viralnya video penampakan yang terjadi, hendaknya dihentikan. 

Sebabm yang terjadi pada Senin, 18 April 2022 bukan penampakan Tuhan Yesus  atau pun sesuatu yang ilahi, tetapi semata-mata pantulan gambar Yesus yang bangkit yang ada dalam gereja Santu Klaus Kuwu.

"Demikian klarifikasi Kami dalam kesatuan dengan Panitia Novena Kerahiman Ilahi. Pastor Paroki St. Klaus Kuwu," tutup RD Gebi Harim.

RD Yos Somar: Penampakan itu tidak biasa langsung kita kenal Tuhan

Sementara itu, di hadapan para umat yang hadir dalam kegiatan Novena Kerahiman Ilahi, RD Yos Somar selaku pemandu kegiatan Novena Kerahiman Ilahi mengungkapkan bahwa apa yang terlihat dalam video yang beredar tersebut bukanlah peristiwa penampakan. 

RD Yos Somar pada Misa Hari-5 Novena Kerahiman Ilahi Tahun 2022 di Gereja St Klaus Kuwu (Sumber: youtube.com).

Sebaliknya, itu merupakan pantulan dari gambar Yesus yang ada di dalam gereja tersebut.

"Kamu dapat video yang beredar kah? Tentang penampakan. Nah saya mau tanya, gambar yang ada ini (gambar Yesus yang ada di dalam gereja, red.) sama kah tidak dengan gambar yang nampak di sana itu?," tanya RD Yos Somar.

Jadi, lanjut RD Yos Somar, gambar ini dia pindah ke sana. Bagaimana itu terjadi? Karena alat-alat kamera ini. Maka, kaca yang waktu itu sedikit sudah gelap dan gambar ini dia pantul ke sana.

"Kalau Tuhan Yesus menampakan diri dia tidak pakai baju ini. Dia pakai sarung," sambungnya sambil melepaskan tawa.

"Yah karena kita langsung kenal dia," tambahnya.

Lebih lanjut, RD Yos Somar mengisahkan bahwa, pagi pagi sekali sekitar jam 6 pagi, saya sudah dapat video ini. Lalu, lanjut RD Yos, dorang tanya sama saya, pastor bagaimana ini?

"Dan tadi siang Romo Ardus dan Romo Pastor Paroki juga bicarakan ini sama saya. Pastor, bagaimana ini video sudah beredar kemana-mana ini," kisah RD Yos Somar.

Padahal, lanjut RD Yos Somar, penampakan itu tidak biasa langsung kita kenal Tuhan. Tidak biasa. Orang pada mulanya tidak cepat kenal.

"Nah coba lihat. Saya kasih contoh; pada waktu pesta Paskah Maria Magdalena datang ke kubur lalu dia lihat satu orang. Oh Tuhan Yesus. Tapi dia tidak kenal. Dia tanya apakah bapak yang mengambil jenazah Tuhanku. Dia kira ini tukang kebun. Nah ini salah satu bukti bahwa penampakan itu tidak langsung kenal," ungkap RD Yos Somar.

"Contoh yang kedua; setelah Tuhan Yesus bangkit. Dia menampakan diri kepada murid-murid di danau Tiberias ketika mereka sedang menjala ikan. Nah mereka tidak langsung kenal. Tuhan Yesus berdiri di pantai dengan api dan arang sudah ada ikan di atas. Mereka berpikir siapa itu. Padahal itu Tuhan. Jadi penampakan itu tidak berarti langsung kita kenal bahwa itu Tuhan. Tidak cepat itu. Tadi saya tanya ibu bapa apakah gambar ini sama dengan yang di sana. Dan dijawab sama. Iya toh? Nah padahal memang penampakan itu tidak langsung kita kenal bahwa itu Tuhan. Penampakan itu tidak langsung dan cepat kita kenal," jelas RD Yos Somar.

Lebih lanjut, RD Yos Somar mengatakan bahwa penampakan itu biasanya terjadi baku bicara antara orang yang melihat dengan yang kelihatan itu.  Ada  yang bicara. Seperti Santa Bernadet bicara dengan Bunda Maria berulang-ulang kali. Atau tiga gembala dari Fatima, Fransesco, Yasinta dan Lusia, mulai dari 13 Mei sampai pada 13 Oktober mereka  berbicara dengan Bunda Maria.

"Jadi penampakan itu harus orang bicara antara satu dengan yang lain. Berarti kalau kemarin itu Tuhan ada di sana, pasti yang mengambil video itu sudah lari cepat keluar. Eh, Tuhan terima kasih. Tapi yang bikin video 'kan tenang-tenang saja. Iya to? Berarti gambar ini dia pindahkan ke sana karena alat-alat kamera ini juga," ungkapnya.

Lebih jauh, RD Yos Somar menegaskan bahwa biasanya penampakan itu membuat orang punya hidup berubah. 

Dan, orang yang melihat penampakan itu, dia bersaksi. Ceritera dengan mulut. Tapi ini tidak ada ceritera 'kan? Tiba-tiba dia kirim saja lewat video itu. Dan tidak ada ceritera itu. Namun, tiba-tiba saja tadi pagi sudah ada berita Tuhan Yesus menampakan diri kepada umat Santu Klaus.

"Jadi ibu-bapak. Ini bukan penampakan karena kita langsung kenal juga bahwa ini sama dengan gambar yang ada ini. Sudah jelas kah?Jadi kita jangan cepat kasih siar kabar bahwa Tuhan datang di sini menampakan diri," ujar RD Yos Somar.

"Memang Tuhan ada e. Kita baru saja sambut dia di kita punya hati ini. Dan memang itulah Tuhan itu. Dia datang di kita punya hati yang tadi kita terima dalam komuni kudus ini. Dan soal yang di vidio itu tekhnik alat-alat tekhnologi itu. Sudah jelas to?," cetusnya mengakhiri penjelasan terkait video yang beredar. (Jivansi). ***

Editor: redaksi

RELATED NEWS