Tokoh Adat dan Pemdes Compang Liang Ndara Serahkan Lahan 7 Ha kepada Pemkab Mabar

redaksi - Selasa, 12 Maret 2024 17:51
Tokoh Adat dan Pemdes Compang Liang Ndara Serahkan Lahan 7 Ha kepada Pemkab MabarPenyerahan dan Penandatanganan Berita Acara Lahan Seluas Tujuh Hekater, Destinasi Wisata Gua Alam Liang Ndara, Dari Tokoh Adat dan Pemerintah Desa Compang Longgo Kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (sumber: Gonzales/Info Publik)

LABUAN BAJO (Floresku.com) - Area destinasi wisata alam,  Gua Alam Liang Ndara seluas 7 hekatare diserahkan tokoh adat bersama dengan Pemerintah Desa Compang Longgo, Kecamatan Mbelilig kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar). 

Penyerahan ini sekaligus dengan penandatanganan berita acara pada Senin, (11/3) bertempat di Rumah Adat Kampung Wae Moto, Desa Compang Liang Ndara, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat,

Desa Compang Liang Ndara, memiliki potensi wisata yang terdiri atas potensi wisata
alam seperti Gunung Mbeliling, Air terjun Cunca Rami, Air terjun Liang Wae Kantor dan
Gua Liang Niki -sering dsebut Gua Liang Ndra-.

Selain itu desa tersebut memiliki potensi wisata budaya di antaranya Tarian Caci, Batu Tiga, Compang Kafir, Compang Serani, tenunan kain songke, dan kegiatan pertananian (membajak
sawah dan penyulingan sopi / arak) ), dan potensi wisata buatan manusia (Pusat
Informasi Wisata Desa, Guest House dan Kios Cinderamata).

Salah satu tokoh masyarakat Wae Moto, Petrus Sehidin berharap prosesi tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. 

Dia juga berharap ke depan akses menuju Kampung Wae Moto diperhatikan oleh pemerintah kabupaten, dan pengelolaan destinasi wisata Gua Liang Ndara bisa dikelola dengan manajemen yang lebih baik lagi. Ia melihat lahan-lahan itu selama ini terkesan masih tidur.

Sehidin juga berpesan bagi warga setempat, setelah adanya penyerahan lahan Gua Liang Ndara kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, 

“Jangan lagi ada pihak yang melakukan komplain dan mempermasalahkan lahan yang sudah diserahkan,” ujarnya.

Dalam penyerahan lahan ini turut dihadiri Bupati Manggarai Barat, Ediatasius Endi yang mengatakan jika ingin adanya kemajuan, perubahan dan kesejahteraan, maka sudut pandang harus diubah secara perlahan.

"Kemajuan itu datang dari diri kita sendiri. Kalau kita memimpikan sebuah kemajuan, sebuah perubahan, maka titik start-nya itu adalah mengganti cara pikir kita. Hari ini kita telah meletakkan dasar bahwa kita mau maju, bahwa kita menginginkan sebuah perubahan yang ditandai oleh proses serah terima aset, yang nantinya akan dikelola oleh Pemerintah Kabupaten, tetapi dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat," ujar  Ediatasius.

Ediatasius juga menjelaskan bahwa dalam kurun waktu empat tahun terakhir ini, program kegiatan pemerintah lebih pada menggaet dana pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

Dia lalu memaparkan beberapa kebijakan, yang pertama yakni Daerah Tujuan Wisata (DTW). Kebijakan yang kedua adalah food state (lumbung pangan), ketiga adalah energi baru dan terbarukan, lalu yang keempat, konektifitas.

"Itulah kebijakan umum yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam rangka mendesain seluruh kebijakan yang bermuara untuk membangun sebuah wilayah," katanya.

Bupati Manggarai Barat menyampaikan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan mendorong Badan Pertanahan Nasional (BPN) Manggarai Barat untuk segera memproses sertifikat lahan DTW Gua Alam Liang Ndara. Dikarenakan, salah satu syarat untuk memperoleh Dana DAK adalah tanahnya harus bersertifikat.

RELATED NEWS