Unika St. Paulus Ruteng Jajaki Kerja Sama dengan Pemerintah AS untuk Pertukaran Dosen dan Mahasiswa

redaksi - Rabu, 03 November 2021 20:45
Unika St. Paulus Ruteng Jajaki Kerja Sama dengan Pemerintah AS untuk Pertukaran Dosen dan MahasiswaDr. Ans Prawati Yuliantari, M. Hum selaku ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM) dan Kerja sama Unika St. Paulus Ruteng (kiri) dan r. Mantovanny Tapung, S. Fil., M.Pd, Ketua Penyelenggaran dan Moderator Webinar Nasional, Rabu (03/11) di Unika St. Paulus (sumber: HHumas Unikat St. Paulus/Jivansi)

RUTENG (Floresku.com) - Unika St. Paulus Ruteng melakukan penjajakan dengan pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui Konsulat AS di Surabaya untuk melakukan pertukaran dosen dan mahasiswa.

Demikian Ans Prawati Yuliantari,  Ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM) dan Kerja sama Unika St. Paulus Ruteng dalam kegiatan Webinar Nasioal, Selasa, 02 November 2021.

Menurut  Ans Prawati  kerja sama lintas negara dan benua seperti ini menjadi keuntungan besar bagi pengembangan dan peningkatan mutu serta kapasitas kampus Unika St. Paulus Ruteng, yang merupakan salah satu kampus swasta terbaik di NTT. Dengan adanya kerja sama ini, peluang dunia kerja antara negara menjadi terbuka lebar.

"Orang-orang Manggarai Raya khususnya dan NTT umumnya, bisa belajar dan bekerja di negara lain, dengan catatan, sumber daya manusia harus dipersiapkan dulu secara baik. Penjajakan pertukaran dosen dan mahasiswa Manggarai dengan pemerintah AS ini merupakan salah satu pintu masuk untuk pengembangan SDM yang kompeten dan kompetitif," ungkap Ans Prawati dalam keterangan terulis yang diterima jurnalis media ini melalui Mantovanny selaku Ketua Penyelenggara Webinar Nasional, Rabu, 03 November 2021 sore.

Sementara itu, dalam rilis yang sama,  Mantovanny Tapung yang berperan sebagai moderator webina memberi landasan tentang penjajakan kerja sama pertukaran mahasiswa dan dosen dengan pemerintahan AS.

Menurut dia, salah satu tuntutan keterampilan belajar abad 21 adalah keterampilan sosial yang tampak pada kegiatan kolaborasi dan komunikasi.

“Kerja sama dengan negara lain merupakan bagian dari memenuhi tuntutan adanya keterampilan sosial ini. Dengan berkolaborasi, membangun jejaring dan berkomunikasi dengan pihak lain membuat wawasan kita menjadi lebih luas dan peluang untuk bisa bertahan hidup menjadi lebih terbuka,” jelasnya.  

Sebagai wilayah yang sedang berkembang dan terus berkembang, Manggarai atau NTT sangat membutuhkan kerja sama dengan negara lain yang sudah maju.

"Dari mereka kita akan belajar tentang banyak hal. Jika kerja sama ini bersama, dosen dan mahasiswa yang bisa belajar di Amerika nanti akan pulang dengan banyak pengetahuan yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan di daerah," ungkap Mantovanny pula.

Oleh karena itu, Mantovanny mengajak semua pihak mulai dari perguruan tinggi di NTT, pemerintah daerah hingga masyarakat untuk terbuka dan berikhtiar menjalin kerja sama dengan negara lain, salah satunya mendukung kegiatan pertukaran mahasiswa ini.

Untuk diketahui, tampil sebagai narasumer pada Webinar Nasional ini antara lain  Cultural Affairs Assitant US Consulate General Surabaya, Puguh B. Susetiyo, dan  Education USA Advisor Ambarizky Trinugraheni.  Pesertanya adalah  para dosen, mahasiswa, guru dan pelajar  SMA. (Jivansi) ****

Editor: Redaksi

RELATED NEWS