8 'Jalur Aman' Selundupan Ballpress dari Timor Leste

Sabtu, 07 Maret 2026 14:33 WIB

Penulis:redaksi

balpress.jpg
Temuan Ballpres di perbatasan RI - RDTL (Istimewa)

BELU (Floresku.com) – Aktivitas penyelundupan ballpress atau pakaian bekas dari Timor Leste ke wilayah perbatasan Indonesia di Kabupaten Belu dilaporkan semakin marak pada awal tahun 2026. 

Temuan sejumlah barang selundupan di kawasan perbatasan memunculkan dugaan adanya beberapa lintasan yang kerap dimanfaatkan sebagai jalur aman oleh para pelaku.

Dari penelusuran di lapangan, sedikitnya terdapat delapan titik perlintasan yang diduga menjadi jalur utama penyelundupan ballpress dari wilayah perbatasan Timor Leste menuju Indonesia. Aktivitas tersebut sebagian besar berlangsung pada malam hingga dini hari untuk menghindari pengawasan aparat.

Salah satu lokasi yang diduga sering digunakan adalah kawasan pesisir Pasir Putih dan Sukaerlaran di Desa Kenebibi, Kecamatan Kakuluk Mesak. 

Baca juga:

Wilayah ini disebut menjadi titik masuk barang selundupan melalui jalur laut menggunakan kapal motor. Para pelaku biasanya menyamarkan aktivitas mereka dengan modus nelayan yang seolah-olah sedang melaut mencari ikan.

Selain jalur laut, jalur darat juga diduga menjadi pintu masuk penyelundupan. Salah satunya melalui jalan tidak resmi atau yang dikenal sebagai “jalan tikus” di kawasan Motaain, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur. 

Jalur ini kerap digunakan oleh pelintas batas ilegal maupun pelaku penyelundupan karena relatif sulit diawasi secara ketat.

Maraknya penyelundupan ballpress ini memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat. Sebagian pihak menilai para pelaku sangat lihai memanfaatkan celah pengawasan di wilayah perbatasan. 

Namun tidak sedikit pula yang mempertanyakan keseriusan aparat penegak hukum dalam menekan praktik ilegal tersebut.

Bahkan muncul dugaan adanya jaringan penyelundupan yang terorganisir, yang memungkinkan aktivitas tersebut terus berlangsung melalui kerja sama tidak resmi atau praktik “saling mengamankan”.

Wilayah perbatasan Kabupaten Belu sendiri dikenal memiliki banyak akses keluar-masuk tidak resmi yang sulit dipantau secara menyeluruh. 

Kondisi geografis serta panjangnya garis perbatasan menjadi tantangan tersendiri bagi aparat dalam mencegah berbagai aktivitas ilegal, termasuk penyelundupan ballpress yang merugikan negara dan pelaku usaha lokal. (Sil). ***