Bakso Rumah Papan Maumere, Dikunjungi Warga hingga Kapolri

Sabtu, 07 Februari 2026 10:38 WIB

Penulis:redaksi

ibu lusia.jpeg
Titin (karyawan) sedang meracik pesanan bakso spesial. (Silvia)

MAUMERE (Florsku.com) - Di balik bangunan sederhana berbahan papan di Jalan Gajahmada, Maumere, tersimpan kisah wirausaha yang menginspirasi. 

Warung bakso milik Ibu Lusia Fransiska ini bukan sekadar tempat makan, tetapi ruang penuh cerita tentang kerja keras, mimpi, dan ketekunan.

Mengawali obrolan, Ibu Lusia dengan wajah sumringah mengaku bangga karena warung baksonya pernah dikunjungi Kapolri.

Menurutnya, peristiwa itu terjadi saat Kapolri datang ke Maumere untuk meresmikan sumur bor di Pulau Palue.

“Waktu itu sekitar jam delapan pagi, tiba-tiba ada tiga mobil mewah parkir di depan warung. Setelah mereka turun dan masuk, baru kami tahu yang datang itu Pak Kapolri,” kenangnya. 

Tanpa banyak protokol, sang jenderal memesan bakso spesial. 

Menurut catatan Floresku.com, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan sumur bor air bersih di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT, pada tanggal 24 Agustus 2023. Bantuan ini bertujuan mengatasi krisis air bersih, di pulau tersebut.

“Beliau (Kapolri Jenderal Listyo, red)  makan di sini, itu kebanggaan besar bagi saya,” ujarnya sambil tersenyum.

Namun, perjalanan Ibu Lusia tidaklah instan. Usaha baksonya berawal sejak ia masih bersekolah di Ende. Setiap pulang sekolah, ia membantu mencuci piring di sebuah warung bakso dekat rumah. 

 

Baca juga:

Lama-kelamaan, ia meminta izin ikut membantu saat pemilik warung meracik adonan bakso. Dari situlah mimpi mulai tumbuh.

“Sejak itu saya punya impian, suatu hari harus punya warung bakso sendiri,” katanya. Bertahun-tahun kemudian, impian itu terwujud dalam bentuk warung papan sederhana yang kini ramai pelanggan.

Novi, seorang pelanggan bersiap menimkati bakso spesial di  Gerai Bakso ‘Rumah Papan’, Jalan Gajahmada, Maumere (Foto: Silvia).

Pelanggan tetapnya datang dari berbagai daerah. Bahkan ada yang berasal dari Pulau Adonara. Beberapa hari lalu, seorang pelanggan datang bersama keluarganya, lalu memesan beberapa porsi untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh. “Rasanya tetap sama, mau makan di sini atau dibawa pulang,” tegas Ibu Lusia.

Salah satu pelanggan, Novi, yang sedang menikmati bakso spesial, mengaku menu tersebut memang favoritnya. “Enak, kuahnya gurih, dan porsinya mengenyangkan,” ujarnya.

Letak warung yang strategis di jalur trans Maumere–Ende membuatnya mudah dijangkau. Meski hanya rumah papan, kebersihan dan kenyamanan menjadi prioritas utama.

“Yang penting pelanggan merasa nyaman dan percaya dengan rasa,” tutur Ibu Lusia menutup obrolan. Kisahnya membuktikan bahwa usaha besar bisa lahir dari tempat paling sederhana. (Silvia). ***