program
Kamis, 07 Mei 2026 15:08 WIB
Penulis:Redaksi

JAKARTA (Floresku.com) – Perekonomian Indonesia pada kuartal I tahun 2026 mencatat pertumbuhan sebesar 5,61 persen.
Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh lonjakan belanja pemerintah yang meningkat signifikan sepanjang awal tahun.
Kenaikan konsumsi pemerintah tercatat mencapai 21,81 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Salah satu faktor utama pendorong peningkatan itu berasal dari program MBG yang mengalami lonjakan anggaran sangat besar, dari sekitar Rp700 miliar menjadi Rp54,4 triliun.
Ekspansi fiskal pemerintah dinilai memberi dampak kuat terhadap aktivitas ekonomi nasional, terutama melalui peningkatan belanja negara, program sosial, serta percepatan berbagai kegiatan pembangunan dan pelayanan publik.
Baca juga:
Belanja pemerintah yang meningkat turut mendorong aktivitas konsumsi rumah tangga, distribusi barang dan jasa, serta perputaran ekonomi di berbagai daerah.
Meski demikian, di tengah pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, sektor perdagangan luar negeri masih menghadapi tantangan.
Net ekspor tercatat memberikan kontribusi negatif sebesar 1,15 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Kondisi tersebut terjadi karena pertumbuhan impor lebih tinggi dibanding ekspor. Impor tumbuh sebesar 7,18 persen, sedangkan ekspor hanya meningkat 0,90 persen pada kuartal pertama tahun ini.
Kenaikan impor menunjukkan meningkatnya kebutuhan bahan baku, barang modal, dan konsumsi domestik.
Namun, lemahnya pertumbuhan ekspor menjadi perhatian karena dapat memengaruhi keseimbangan perdagangan dan ketahanan ekonomi nasional dalam jangka panjang.
Pengamat ekonomi menilai pertumbuhan yang ditopang oleh belanja pemerintah perlu diiringi dengan penguatan sektor produktif, termasuk industri, pertanian, pariwisata, dan ekspor nasional agar pertumbuhan ekonomi lebih berkelanjutan.
Selain itu, peningkatan daya saing produk Indonesia di pasar global dinilai penting untuk memperkuat kinerja perdagangan luar negeri dan menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika ekonomi dunia.
Pemerintah diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memperbaiki kinerja ekspor agar struktur pertumbuhan nasional menjadi lebih seimbang dan kuat. (Sandra). ***