Donor darah
Minggu, 11 Januari 2026 11:31 WIB
Penulis:redaksi
Editor:redaksi

MAUMERE (Floresku.com) - Dalam rangka peringatan HUT Partai Hanura ke 19. DPC partai Hanura Kab. Sikka melakukan beberapa aksi kemanusiaan dan sosial seperti donor darah, bazar sembako (Kamis, 8 Januari 2026) berlokasi di sekretariat DPC Partai Hanura.
Kegiatan ini kemudian dilanjutkan aksi tanam dan rawat pohon, serta peduli kasih, Sabtu, 10 Januari. 2026.
Ketua Panitia Pelaksana HUT Hanurua ke-19, Yance Moa menyampaikan aksi peduli lingkungan ini kami inisiatifi sebagai bagian partisipasi dan kontribusi dari kesadaran kolektif untuk mendukung gerakan pentingnya merawat bumi sebagai rumah bersama.
Kegiatan peduli lingkungan ini dilaksanakan di TPA Wairii, Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda. Aksi reboisasi lahan dikerjakan bersama komunitas pemulung TPA.
“Tanda peduli kasih merupakan bentuk ekspresi dan apresiasi kami terhadap peran mulia mereka yang bersentuhan langsung dengan pengelolaan sampah masyarakat kota. Mereka adalah pahlawan lingkungan hidup,” jelas Yance Moa.
Baca juga:
“Kami dan komunitas pemulung menyadari bahwa menanam saja belum cukup, merawatnya adalah tantangan kami selanjutnya untuk mewujudkan hadirnya suasana iklim lokal yang sejuk, hijau dan sehat disekitar kawasan TPA ini seiring konsep penataan kawasan oleh DLH Kab. Sikka,” lanjutnya.
Setiap pohon diberi name tag dan sertifikat wali pohon. Bapak, ibu dan adik adik komunitas TPA menjadi perawat pohon. Setiap anakan pohon ini merupakan "monumen hidup" dari komitmen tanggung jawab sosial dan ekologis kami untuk merawat TPA Wairii sebagai bagian dari identitas Kabupaten ini.
Sementara itu, Ketua DPC Hanura Kabupaten Sikka, Fabianus Boli didampingi pengurus dan 2 A-DPRD Sikka asal Partai Hanura menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan aksi seremonial politis semata, tetapi ada komitmen dan tanggung jawab yang berkelanjutan.
Boli menyampaikan ucapan terima kasih kepada PLT Kadis DLH Kabupaten Sikka dan staf, serta komunitas pemulung TPA.
“Ini bentuk kerja kolaborasi nyata. Hari ini saatnya menanam bukan menebang untuk mewujudkan daerah berdaya dan Indonesia Sejahtera,” tandas Boli.
Lut salah satu komunitas pemulung usia pelajar menyampaikan suka citanya. "Ini pengalaman pertama saya diundang untuk menanam dan merawat pohon di TPA ini", kata Lut dengan wajah ceria.
Mama Bela, anggota komunitas yang sudah berusia lanjut pun terharu melihat aksi nyata tersebut.
“Tterima kasih bapak mereka sudah mau datang lihat kami di sini. Kita akan sama sama rawat dan jaga pohon ini untuk kebaikan anak-cucu pada masa depang,” ujarnya.
Akhirnya, kegiatan di tepian sampah ini ditutup dengan penyerahan tanda kasih dan challenge bagi adik adik komunitas pemulung, disertai penyerahan sertifikat wali pohon dan piagam perawat pohon di lokasi TPA Wairii. (Silvia). ***
4 bulan yang lalu
7 bulan yang lalu