BGN Sikka Jelaskan Alasan 600 Siswa SMPK Binwin Belum Terima MBG

Selasa, 20 Oktober 2026 16:54 WIB

Penulis:Redaksi

siswa.jpg
Sebagian dari 600 sisa dan guru SMPK Binwan Maumere (Tangkapan Layar TikTok)

MAUMERE (Floresku.com) – Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Sikka, Eginius Djara, merespon berita Floresku.com (17/10),  terkait komplain  SMPK Bina Wirawan (Binwin) Maumere, Kabupaten Sikka, bahwa hingga kini belum menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG), meski telah dilakukan pendataan terhadap sekitar 600 orang.

Egidius Djra menjelaskan bahwa pendataan yang dilakukan pada Agustus 2025 merupakan tahap awal untuk memetakan jumlah penerima manfaat (PM) dan menentukan kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di setiap kecamatan.

“Pendataan dilakukan di seluruh wilayah Kabupaten Sikka. Terkait pendataan pada tahun 2024 yang diberitakan itu, kami tidak mengetahui. Mungkin dari pihak lain yang melakukan pendataan,” jelas Eginius kepada Floresku.com.

Belum Terdaftar sebagai Penerima Manfaat Aktif

Eginius menjelaskan, SMPK Bina Wirawan belum tercatat sebagai penerima manfaat aktif pada salah satu SPPG yang beroperasi di wilayah tersebut.

Menurutnya, verifikasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan kelengkapan data lainnya dilakukan setelah penerima manfaat terdaftar dan datanya dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN) oleh salah satu SPPG.

“Untuk verifikasi NIK dan lain-lain, dilakukan jika sudah terdaftar sebagai PM dan dimasukkan datanya ke dalam SIPGN salah satu SPPG,” ujarnya.

Lima SPPG di Kecamatan Alok Kelebihan Kuota

Salah satu kendala utama belum tersalurkannya MBG ke SMPK Bina Wirawan adalah keterbatasan kapasitas layanan SPPG di Kecamatan Alok.

Saat ini, terdapat lima SPPG aglomerasi di Kecamatan Alok. Namun, kelima unit tersebut belum dapat melayani SMPK Bina Wirawan karena kuota penerima manfaat telah terpenuhi sehingga tidak memungkinkan penambahan penerima baru.

Eginius mengatakan, berdasarkan pemetaan awal, Kecamatan Alok seharusnya memiliki enam SPPG aglomerasi. Akan tetapi, hingga kini belum ada tambahan SPPG yang mulai beroperasi untuk mengakomodasi sekolah-sekolah yang belum mendapatkan program MBG.

“Konsep awal memang untuk Kecamatan Alok harusnya ada enam SPPG aglomerasi, tetapi hingga kini belum ada lagi tambahan SPPG yang beroperasional,” ungkapnya.

Menunggu SPPG Polres Sikka Beroperasi

Terkait kepastian waktu penyaluran MBG bagi siswa SMPK Bina Wirawan, Eginius belum dapat memberikan jadwal pasti karena masih menunggu keputusan dari BGN pusat.

Berdasarkan pemetaan awal, SMPK Bina Wirawan kemungkinan akan dilayani oleh SPPG Polres Sikka apabila unit tersebut telah dinyatakan beroperasi.

Namun, waktu operasionalnya belum dapat dipastikan karena masih terdapat moratorium penambahan SPPG serta kebijakan lain yang sedang disusun oleh pimpinan di tingkat pusat.

Kepsek Binwin Berharap Pemerintah Menyiapkan Alternatif

Di sisi lain, Kepala SMPK Bina Wirawan menyoroti pentingnya langkah antisipasi dan program alternatif dari pemerintah agar manfaat MBG dapat dirasakan secara merata oleh seluruh anak sekolah, termasuk mereka yang belum terjangkau layanan SPPG.

Ia berharap tidak ada siswa yang hanya menjadi penonton karena sekolahnya belum masuk dalam cakupan pelayanan program tersebut.

Kepala sekolah itu juga membandingkan kondisi saat ini dengan pengalamannya ketika masih bersekolah. Kala itu, terdapat program pemenuhan kebutuhan gizi anak yang, meskipun dilaksanakan secara konvensional, dapat menjangkau anak-anak hingga ke pelosok.

“Zaman sekarang lebih modern. Masa kita tidak bisa membuat yang lebih bagus dari pemimpin zaman dahulu?” ungkapnya, seraya berharap aspirasinya juga didengar oleh Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, modernisasi sistem pelayanan semestinya diikuti dengan kemampuan pemerintah mencari solusi agar seluruh siswa yang membutuhkan dapat memperoleh manfaat program pemenuhan gizi.

Sementara itu, Floresku.com masih berupaya mengonfirmasi kepada Kapolres Sikka dan pihak pengelola SPPG Polres Sikka terkait kepastian jadwal operasional unit tersebut.

Sejauh belum ada keputusan resmi dari BGN pusat, waktu penyaluran MBG bagi siswa SMPK Bina Wirawan masih belum dapat dipastikan.

Pemerataan penerima manfaat menjadi perhatian penting agar siswa di sekolah yang belum terlayani tidak terus menunggu tanpa kepastian. Pemerintah diharapkan dapat menyiapkan solusi sementara sembari menunggu penambahan kapasitas SPPG, sehingga tujuan pemenuhan gizi anak sekolah dapat menjangkau seluruh siswa secara lebih merata. (Silvia). ***